Bismillah...
Rahimakumullahu jami'an..
.
Tunggu..
Jangan terburu-buru memvonis bahwa saya hendak menulis kisah roman picisan ataupun tulisan bercita rasa sendu, semisal pemuda yang ditolak khitbahnya di jogja. Sayang sekali tidak !
Pun tulisan ini juga tidak akan seperti sinetron kecintaan anda, "Tukang Bubur Naik Go-J*k" (Eh ?!), tentu saja tidak !
Besar harapan saya kepada الله agar tulisan ini bisa berfaidah bagi pembaca budiman sekalian.
***
Semuanya berawal dari kegundahan yang begitu mendalam di lubuk hati ini. Ya, tepat pada pertengahan desember yg lalu hati ini terjerembab di lembah kegalauan yang begitu kentara, pasalnya diri ini sangat ingin ikut rangkaian dauroh selama 3 minggu di jogja, mengingat dulunya sudah 2 kali gagal.
.
Kiranya suratan takdir berkisah lain. Apa mau dikata, proposal TA berkali-kali ditolak dosen tercinta disebabkan saya gagal memecahkan titik buntu pada salah satu metode, belum lagi tiket kereta ekonomi sudah ludes jauh-jauh hari, pun tiket eksekutif harganya sekitar 300% - 400% dari ekonomi, sedangkan saya hanya seorang mahasiswa penjaja madu, dan masalah lainnya yaitu saya kebingungan mencari tempat bermukim yang entah dimana.
Rasa-rasanya, jika menggunakan akal pikiran kita, mustahil saya bisa ikut dauroh tsb dengan keadaan serumit tersebut.

***
Ya..
Sebagai seorang muslim, ia baru dikatakan sudah BERTAWAKAL, jika telah menempuh usaha maksimal, berdoa dengan penuh harap, kemudian berserah diri kepada الله.
Tepat beberapa hari sebelum saya berangkat ke jogja, saya tumpahkan luapan kegundahan hati ini kepada Penciptanya,
"Yaa الله, sekiranya Engkau dapati urusan ke jogja ini akan berdampak baik bagi urusan agama, akhirat, dan dunia hamba, maka mohon mudahkan lah, jika tidak ada kebaikan sama sekali, hanya kepada-Mu hamba berserah diri"
.
Yap, benar sekali !
Itu adalah potongan doa istikharah.
Seorang muslim yang hanif tidak akan mau melepaskan الله dalam setiap keputusannya. Bahkan dikisahkan bahwa para Salaf terdahulu -Radiyallahu 'anhum- berdoa istikharah hingga untuk perkara remeh seperti memilih jenis garam di dapur ! Masya Allah ! Betul-betul mereka sangat bergantung kepada الله !
.
Bukan apa-apa,
jika anda ingin bergantung, maka bergantung / bersandarlah kepada sesuatu yang kuat, dan الله adalah Dzat Al Khàliq Yang Maha Berkuasa lagi Maha Kuat.
Tidak tau kah anda ?
Ketika pernang Mu'tah, jumlah pasukan pasukan muslimin hanya 3000, sedangkan pasukan kafir romawi berjumlah 200.000 lebih, dan dilengkapi persenjataan yang maksimal. Setidaknya 1 muslim harus melawan 70 kafir romawi !
Dengan menggunakan akal kita, tentu jelas siapa pemenangnya.
.
Namun apa kisah akhirnya ? kaum muslimin menang telak ! Hanya terhitung belasan kaum muslimin yang syahid pada perang yang dahsyat tersebut ! Dan kaum kafir romawi kalah terhina.
Rahasia kaum muslimin bisa menang pada saat itu yaitu mereka benar-benar menjadikan الله sebagai tempat bergantung, sehingga الله turunkan bala bantuan-Nya !
***
Qaddarullah, 2 hari sebelum keberangkatan ke yogya, doa saya dihijabahkan, الله membukakan pikiran saya, sehingga akhirnya saya bisa memecahkan kebuntuan dalam proposal TA, tak tanggung-tanggung langsung 2 dosen pembimbing meng-ACC.
.
Tak cukup sampai disitu, esok harinya, para ikhwan dari Yogya (Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari), mengabarkan bahwa berkenan menerima saya bermukim di salah satu Wisma Muslim mereka hingga program dauroh usai !
.
Bahkan sampai sekarang saya masih tidak paham detail proses yang terjadi dibalik semua itu, sehingga mereka berkenan menerima saya. Dan yang membuat saya terbelalak, para ikhwan Wisma Muslim Dàrul Qur'an YPIA tidak berkenan menerima uang sewa dari saya walau 1 rupiah pun ! padahal kami tidak pernah kenal sama sekali, walau hanya sekedar kenal nama pun tidak !
Masya Allah !
.
Cukup sampai disitu ?
Belum !
Kemudian الله berikan kejutan yg lain lagi, esok harinya (beberapa jam sebelum saya berangkat ke jogja), Qaddarullahu, tetiba saja 1 tiket kereta ekonomi tersedia ! Tanpa tiding aling-aling langsung saja saya booking.
Masya Allah... Masya Allah..
Hingga akhirnya saya bisa mengikuti rangkaian dauroh di Jogja. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat.
***
Tak akan saya pungkiri, bahwa kota yogyakarta terasa begitu nyaman.
Jangan salah paham.
Perubahan paling kentara yang saya rasakan yaitu mata ini benar-benar tak lagi diriuhkan dengan pemandangan usus tikus terburai di jalan-jalan gang ! Pun tak jua saya jumpai tikus-tikus bertubuh gempal lagi montok loncat kesana-kemari dengan riang gembira !
.
Masyarakat yogya pun begitu ramah.
Kiranya belum berhasil saya mendengarkan masyarakat sekitar bertutur carut marut, atau istilah dari rekan-rekan di surabaya yaitu perkataan MISUH. Bahkan tak jarang para ibu-ibu dan bapak-bapak disini yang memulai memberikan salam kepada saya.
Ikhwan jogja pun juga sangat ramah, khususnya para ikhwan dari Yayasan Pendidikan Al-Atsari.
***
Ketahuilah..
Jika anda ingin mengetahui sifat atau tabiat asli seseorang maka tempuh lah 3 cara sebagaimana yang dinasihatkan generasi Salaf kita, Umar Bin Khattab -Radiyallahu 'anhu-,
.
1. Bermuamalah lah terkait urusan uang
2. Menginap lah di rumahnya beberapa hari
3. Bersafar lah bersama beberapa hari
.
Jujur saja,
saya benar-benar tak mengerti bagaimana pola pikir para ikhwan yang ada di Wisma Muslim Dàrul Qur'an YPIA.
.
Sudahlah mereka tak berkenan menerima uang saya satu rupiah pun, bahkan saya dibuat putus asa setelah memohon-mohon, saya malah dilayani dgn sangat maksimal dan sangat dimuliakan sebagai seorang tamu. Nyaris setiap hari ada saja salah seorang dari mereka yang menanyai saya apakah sudah makan atau belum, dan itu terjadi selama 3 Minggu ! Padahal hak seorang muslim sebagai tamu hanya 3 hari ! Pun mereka begitu genjah mengantarkan saya kajian kesana kemari. Masya Allah..
.
Wahai ukhti..
Jika saya saja begitu diperhatikan oleh mereka, apalagi jika kelak anda menjadi istri salah seorang dari mereka, saya yakin anda akan diperlakukan sedemikian hati-hati bak barang antik mudah pecah, haha..
***
Jujur...
Tak akan saya tutup-tutupi kekaguman saya terhadap strategi dakwah sunnah dari para ikhwan YPIA.
.
Di daerah pogung ada 3 masjid, yaitu Masjid Pogung Dalangan, Masjid Pogung Raya, dan Masjid Al Ashri. Masing-masing masjid tersebut minimal diisi 4 takmir, yang mana semuanya adalah ikhwan YPIA yang notabene masih mahasiswa berbagai kampus di yogya.
.
Dan ketika mereka mengimami shalat wajib yang bacaannya jahar (shubuh, maghrib, isya), saya yakin baik saya maupun jamaah lainnya dibuat hanyut oleh alunan bacaan Qur'an para ikhwan tersebut. Ternyata mereka benar-benar dibekali tahsin dan bahasa arab yang matang sebelum menjadi takmir, sehingga tak heran masyarkat jatuh hati kepada mereka.
.
Tau kah anda, para pemuda-pemuda takmir tersebut berupaya bagaimana kecintaan akan Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman para Salaf masuk ke sanubari masyarakat sekitar.
.
Diantara yang membuat saya kagum, setiap usai shalat shubuh dan maghrib, para takmir tsb meminta waktu para jamaah sekitar 2 hingga 3 menit untuk membacakan hadits dari kitab Adabul Mufrod ataupun Riyadush Shalihin, pun disertai point-point kesimpulanya, dan itu dilakukan terus menerus oleh 3 majid tersebut ! Sehingga para jamaah yang masih awam pun bisa membungkus sedikit faidah untuk dibawa pulang.
Masya Allah... Masya Allah..
.
Bahkan tak hanya itu !
Masyarakat sekitar diberikan fasilitas belajar Iqra', Tahsin Al Qur'an, dan Bahasa arab, yang mana pengampunya yaitu para mahasiwa-mahasiswa takmir tersebut.
Masya Allah..Masya Allah..
Pun saya sempat bertanya kepada beberapa ikhwan yang jadi takmir, trik apa yang mereka lakukan sehingga shalat magrib dan isya bisa membuat masjid menjadi full dan shalat shubuh nyaris full.
.
Diantara strategi mereka -tentunya setelah taufiq dari الله,- yaitu dengan mengirimi surat spesial ke tiap-tiap rumah agar berkenan shalat berjamaah di masjid-masjid tersebut. Pun saya merasakan sendiri, jamaah masjid sangat dimanja dan dibuat betah di masjid.
.
Dan diantara pemandangan yang begitu indah ketika usai shalat shubuh, masjid (MPD) begitu riuh oleh campuran berbagai suara.
Ya, seusai shalat shubuh, banyak jamaah shalat yg tidak langsung pulang ke rumah,
.
Bagaimana tidak ?
Dengan ditemani teh dan kopi SEPUASNYA, mereka sibuk sendiri, ada yang membaca dzikir pagi petang, menambah hapalan Qur'an, murojaah hapalan Qur'an, anak belajar iqra' ke ayahnya, bahkan juga ada yang sekedar ngobrol ringan.
.
Satu hal yang menjadi catatan penting yaitu, kiranya kita harus memikirkan ide-ide kreatif namun tidak menyelisihi syariat agar dapat merangkul masyarakat sekitar dengan cara penuh hikmah, sehingga lambat laun tumbuh kecintaan akan Al Qur'an dan As Sunnah di sanubari mereka.
.
Dan saya melihat sendiri ada seorang bapak yang sudah tak bisa melihat lagi, namun nyaris tiap shubuh saya menyaksikan beliau dituntun ke masjid, baik oleh cucunya, istrinya, ataupun para tetangga. Bahkan ikhwan yang jadi takmir di masjid pogung dalangan pun menuturkan, bahwasanya beliau rutin shalat 5 waktu di masjid tsb.
***
Terkait geliat dakwah sunnah, baik di surabaya maupun di jogja terasa begitu hidup. Baik dari jumlah kajian rutin yang bikin bingung milihnya (saking banyaknya pilihan) ataupun semangat peserta kajian yg membuat decak kagum.
.
Bahkan selama di jogja saya acap kali berjumpa dgn seorang ikhwan rupawan, namun qaddurallah, الله ambil nikmat matanya. Nyaris di berbagai majlis ilmu, saya melihatnya duduk mendengarkan kajian dengan punggung yg tegap. Masya Allah, masya Allah.
***
Saya tidak tahu apakah kelak tulisan ini akan dibaca oleh para ikhwan yogya, namun saya sangat berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari, baik kepada Mahad Al 'Ilmi YPIA, yang mana telah menyelenggerakan dauroh dan memberikan secara cuma-cuma kitab كُنْ سَلَفِيّاً عَلى الجادَّةِ dan kitab tafsir qur'an karya syaikh أبو بكر جابر الجزإري , (pengajar Universitas Islam Madinah, dan 'ulama Masjid Nabawi, Arab Saudi), dan juga segenap pengajar dan rekan-rekan di Mahad Umar Bin Khattab YPIA, yang juga karnanya saya bisa membawa beberapa kitab dan kaidah bahasa arab ke surabaya, dan terkhususnya Wisma Muslim Dàrul Qur'an YPIA .
.
Semoga الله memberikan balasan yang terbaik bagi kalian dan melipat gandakannya hingga tak terkira. Jazaakumullahu khairan katsiran.
.
Kemudian juga saya haturkan Jazaakumullahu khair kepada beberapa ikhwan yogya yang berkenan berbagi kisah hijrahnya, sehingga saya optimis sebelum kelak wafat bisa membuat tulisan atau buku kumpulan kisah nyata perjalanan orang-orang yang hijrah kepada Al Qur'an As Sunnah 'ala Fahmi Salaf. Dengan harapan dapat melembutkan hati yang begitu antipati terhadap dakwah sunnah ini.
.
Inti dari semua proses hijrah yaitu harus ada yang dikorbankan, yaitu hawa nafsu, entah itu hawa berupa fanatik terhadap hizb, hawa terhadap syahwat, hawa terhadap tahta, hawa menuhankan akal, dan lainnya. Jika ditinggalkan MURNI untuk mengharapkan ridha الله, Insya Allah balasan yang الله siapkan amat lah mahal, yaitu diarahkannya ubun-ubun pelaku maksiat tsb untuk mengenal islam dengan pemahaman yang benar, yaitu islam yang bersumber dari mata air Al Qur'an dan As Sunnah.
.
Dan tak lupa, saya haturkan terima kasih banyak kepada warung nasi khas bengkulu "Warung Hasan" yang luar biasa lezat dan murahnya sering bikin lupa diri, haha...,
.
Terkhusnya jua kepada Pak Yanuar (kakeknya hasan), yang mana nyaris setiap sarapan pagi menemani saya ngobrol.
Dan teruntuk Yahya (cucu pak Yanuar), bocah 3.5 tahun nan lucu lagi menggemaskan, yang mana ketika diawal-awal dulu sering mendzalimi saya dan pak yanuar ketika sarapan dengan kelapan tinjunya, itu pun disertai gelak tawanya yang tidak karuan dan mata yang berbinar-binar.
.
Ketahuilai lah dik !
Sekalipun tinjumu tersebut memang terasa geli, namun itu tetaplah sebuah kedzoliman, sedangkan doa orang-orang yang terdzalimi Insya Allah maqbul, sehingga kakak doakan agar kelak kamu menjadi Ahli Qur'an sekaligus Ahli Hadits ! Insya Allah !
.
***
.
[ Somewhere,17 Rabi'ul Akhir 1438 / 16 Janurari 2017 ]
Perjalan kereta api, kembali ke Pesantren Mahasiswa, Mahad Thaybah Surabaya,Insya Allah
----------------------
*




Muslim.or.id
Pogung Rejo 412,
Sleman, DI Yogyakarta 55284


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online