#Hikmah 5#

 

Berkumpul  dengan  orang   yang   mencintai   dunia   akan membuat mata kita kabur terisi bulir-bulir debu manis semuny dunia,   hingga   buram   terhadap  tujuan   sejati kehidupan   yakni  meraih  keridhoan   Allah. Sebaliknya  bila kita berkumpul  bersama  orang-orang sholih mata kita akan terbuka, mengerti bahwa sejatinya hidup adalah jembatan menuju jannah, maka iri kita bukan untuk hal remeh temeh, tetapi  iri bila orang lain dengan sekuat tenaganya berusaha untuk meraih lillah tetapi kita masih berjalan di tempat entah ke mana.

#Hikmah 4#

 

Sungguh  kita  tidak  pernah   tahu,  dari  pintu  yang  mana kelak Allah akan memasukkan  kita ke dalam surga-Nya. Kita tidak  pernah  tahu, dari amal  yang  mana  kelak Allah akan memasukkan  kita ke dalam surga-Nya. Jika kita tidak mampu beramal  yang  hebat  dan  menakjubkan,  jika kita tidak bisa beramal  yang  dahsyat  dan  menghebohkan, jika kita tidak sanggup  beramal   yang   spektakuler   dan   bernilai   besar, cukuplah bagi kita untuk beramal secara konsisten, meskipun dengan hal-hal sederhana yang kita bisa.

#Hikmah 3#

 

Kita hidup  sehat, memiliki keluarga  yang  harmonis, punya teman-teman yang  baik,  dan  bisa  bekerja  pun  termasuk rezeki dan anugerah yang tak ternilai dari Allah Subhanahu Wataala. Bahkan jika hitung-hitung berapa  banyak  nikmat yang Allah Subhanahu Wataala berikan kepada  kita, niscaya tak akan mampu dihitung.

Mendidik anak-anak, bukanlah sekedar memberikan pengetahuan bekal agama. Mengajarkan perkara iman kepada anak belumlah cukup, apalagi hanya aturan-aturan agama (seperti halal, haram, syubhat, dll.)“Itu bukan berarti menyepelekan. Karena urutannya adalah, iman dulu, aqidah, adab, barulah yang lain-lain

 

Sangat disayang, jika ternyata Al-Quran yang penuh dengan keberkahan itu kita abaikan karena kepentingan pekerjaan, Al-Quran dianggap tidak lebih penting dari pekerjaan,  Na’udzubillah. Padahal, seandainya Kebrkahan alquran itu ditampakkan mungkin  yang bisa kita lihat adalah keberkahan itu  megalir kesemua arah, tidak hanya berupa pahala yang dijanjikan pada pembacanya, tapi reaksi berkah yang didapat dari Al-quran itu mengalir juga keurusan dunia kita, termasuk urusan pekerjaan kita

read more
Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhuma- datang ke sebuah pasar pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir dan manusia pun bertakbir terinspirasi takbir mereka. (HR. Al Bukhari)
Inilah salah satu aktivitas shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah (*). Aktivitas yang tidak lain merupakan arahan dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- saat beliau bersabda:
“PERBANYAKLAH MEMBACA TAHLIL (LAA ILAAHA ILLALLAH), TAKBIR DAN TAHMID PADA 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH INI.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Ahmad Syakir)
Saudaraku,
Sudahkah takbir mengiringi aktivitas-aktivitas anda pada 10 hari ini ?
ALLAH -ta’ala- berfirman dalam QS. Al Hajj: 28
‏﴿٢٨﴾ … وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومٰتٍ
“… Agar mereka berdzikir (dan bertakbir) pada hari-hari yang telah diketahui (baca: 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah**)”
*lihat juga Akhbaru Makkah lil Faakihi 3/10.
**penjelasan Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhu-, lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam ayat tersebut.
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers