Sakit Sebagai Sebab Tidak Berpuasa
Bismillah. Kita semua telah mengetahui bahwa sakit adalah salah satu sebab seorang muslim boleh tidak berpuasa. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ
“Barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah:185).
Jenis Sakit yang Bisa Menjadi Uzur Tidak Berpuasa
Sakit seperti apakah yang bisa menjadi uzur untuk tidak berpuasa? Semua jenis penyakit atau ada kriteria tertentu? Berikut penjelasan dari Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili -hafizahullah- (guru besar di Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah KSA, dan pengajar di masjid Nabawi):
read more
Mana yang harus didahulukan, mengikuti azan (menjawab azan) ataukah berbuka puasa?
Yang jelas, berbuka puasa dengan segera punya keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih)
read more
Keutamaan Mengikuti Sholat Tarwih Imam Sampai Selesai

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Telah datang hadits dari Nabi shlallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda, “
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa yang mengikuti sholat (tarawih) imam sampai selesai maka ditulis baginya sholat semalam suntuk.”[1]
Ini adalah nikmat yang besar yang tidak selayaknya ditinggalkan oleh seorang muslim. Bahkan seharusnya ia memperhatikannya dan menjaga sholat tarawih bersama imam sejak awal hingga akhirnya.
read more
“Kehilangan itu jika ada rasa memiliki, takkan kehilangan orang yang tidak memiliki” 
Wanita sebagai istri, memiliki sifat dasar (baik banyak maupun sedikit sifat dasar ini) yaitu mengingkari kebaikan suami. Dalam hadits dijelaskan, jika suaminya telah berbuat baik sepanjang tahun, kemudian ada sedikit saja “sesuatu” yang tidak disukai sang istri, maka istri tersebut akam berkata pada suaminya:
“Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun pada mu”.[1]
Ada salah satu tips agar para istri bisa mengurangi sifat dasar ini (namanya sifat dasar, sulit untuk dihilangkan total), yaitu jika bertemu dengan (maaf) seorang janda yang suaminya sudah meninggal secara umum. Tanyalah bagaimana tentang suaminya dulu,
IA AKAN MENYEBUT BERIBU-RIBU KEBAIKAN MENDIANG SUAMINYA BAHKAN TAK TERHINGGA
Ia akan mengambil kesimpulan bahwa mendiang suaminya adalah salah satu manusia terbaik yang pernah mendampingi dan menyanyanginya. 
read more
Ada beberapa yang masih berlanjut dilakukan di bulan Ramadhan.
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ r وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
Jama’ah shalat Jumat yang semoga senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah Ta’ala,
read more
Alhamdulillahilladzii bini’matihii tatimmush shoolihaat..
Penantian selama 1 tahun itupun usai hari ini..
Ia telah datang beberapa saat yang lalu..
Bulan ampunan..
Bulan rahmat..
Bulan penuh dengan warna warni keberkahan..
Saudaraku,
Alangkah beruntungnya kita!
ALLAH memilih kita ‘tuk bertemu kembali dengan Ramadhan, ya memilih kita..
‘Tuk menahan lapar dan dahaga di hari-hari mulia..
‘Tuk melantunkan Alquran di bulan Quran..
‘Tuk sujud dan ruku’ di malam-malam pembebasan dari siksa neraka..
read more
Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah No. 200
Fatwa Pertama
Pertanyaan:
Apakah boleh mengganti puasa ramadhan sehari puasa dan sehari tidak ?
Jawab:
Iya, boleh. Tapi mengganti secara berurutan lebih utama, jika hal itu mudah baginya.
Namun jika dia mengerjakannya dengan terpisah-pisah maka tidak mengapa.
Karena Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Barang siapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan, maka wajib baginya mengganti dihari-hari yang lain” (QS Al Baqarah: 184)
Allah tidak berfirman harus berurutan. Tapi Allah berfirman, “Wajib baginya mengganti dihari-hari yang lain”. Ayat ini mencakup secara berurutan maupun terpisah-pisah. Cara mengganti puasa Ramadhan ada kelonggaran, alhamdulillah.
read more
Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online

Sakit yang Membolehkan Tidak Puasa

Sakit Sebagai Sebab Tidak Berpuasa Bismillah . Kita semua telah mengetahui bahwa sakit adalah salah satu sebab seorang muslim boleh tidak...