Betapa bahagianya menjadi umat Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa sallam. Setiap tuntunan-Nya senantiasa menawarkan solusi dan kemudahan. Tidaklah terlewat satu pun kebaikan melainkan beliau ajarkan kepada umatnya dan tidaklah ada satu keburukan, melainkan beliau mewanti-wanti mereka agar terhindar darinya.
Lihatlah apa yang dicontohkan Sang Nabi tatkala bayang-bayang musibah yang menakutkan datang silih berganti menghampiri anak Adam. Beliau ajarkan kepada umatnya pentingnya berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari kematian yang mengerikan. Termasuk di dalamnya adalah kecelakaan jatuh dari pesawat terbang, tenggelam, terbakar, dan tertimpa tanah longsor. Dengan doa, hati menjadi tentram, menyandarkan segala harapan kepada Yang Maha mengabulkan, sekaligus memupus rasa takut dan was-was dari setan.
عَنْ أَبِي الْيَسَرِ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي ، وَالْهَدْمِ ، وَالْغَرَقِ ، وَالْحَرِيقِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا.
“Dari Abul Yasar ia berkata, ‘Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari tempat yang tinggi, dari tertimpa bangunan (termasuk terkena benturan keras dan tertimbun tanah longsor), dari tenggelam, dan dari terbakar. Aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan syetan ketika akan meninggal. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun’” (HR. al-Nasa’i no. 5531, dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani).
Barangkali di antara kita ada yang bertanya-tanya, bukankah dalam hadits banyak disebutkan bahwa mati karena tenggelam, terbakar, dan tertimpa bangunan akan mengantarkan seseorang meraih status syahid di akhirat? Benar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita bahwa ada tujuh golongan syuhada selain yang mati di medan perang.
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Mati syahid selain yang terbunuh di jalan Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit di dalam perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) syahid” (HR. Abu Dawud no 3111, dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani).
وعنده من حديث ابن مسعود بإسناد صحيح “أن من يتردى من رءوس الجبال وتأكله السباع ويغرق في البحار لشهيد عند الله”
Demikian juga Ibnu Hajar rahimahullah menukikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa orang yang mati karena terjatuh dari puncak gunung dan mati karena dimakan binatang buas termasuk syahid di sisi Allah (Fathul Bari, Bab al-Syahadah Sab’un Siwal Qatl).

Jika memang musibah-musibah di atas menjadikan seseorang mati syahid, kenapa kita dianjurkan untuk berlindung darinya?

Poin-poin berikut ini akan membantu menjelaskan kepada kita sebab dianjurkannya berlindung kepada Allah dari kematian yang mengerikan.
  1. Kematian dalam kondisi tersebut sangat keras dan melelahkan.
    Boleh jadi seseorang ketika mengalami hal itu imannya tidak kokoh, sehingga syetan mampu menggelincirkannya dari iman. Sementara itu, manusia adalah makhluk yang lemah, mudah putus asa, sehingga selayaknya memohon agar diberikan kemudahan, lebih-lebih pada kondisi ketika akan meninggal. Berikut penjelasan Ibnu At-Tiin rahimahullah yang dinukil oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari tentang sebab orang-orang yang mati karena musibah di atas mendapat gelar syahid di akhirat, tidak lain karena meninggalnya dalam keadaan yang sangat berat.
    قَالَ اِبْن التِّين : هَذِهِ كُلّهَا مِيتَات فِيهَا شِدَّة تَفَضَّلَ اللَّه عَلَى أُمَّة مُحَمَّد صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنْ جَعَلَهَا تَمْحِيصًا لِذُنُوبِهِمْ وَزِيَادَة فِي أُجُورهمْ يُبَلِّغهُمْ بِهَا مَرَاتِب الشُّهَدَاء
    “Ibnu At-Tiin berkata, ‘Semua yang tertimpa musibah ini merasakan sakit kematian yang keras, Allah karuniakan itu kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penghapus dosa-dosa dan tambahan pahala bagi mereka yang mengantarkan mereka mencapai derajat para syuhada’” (Bab al-Syahadah Sab’un Siwal Qatl).
  2. Kematian dalam kondisi tersebut biasanya datang mendadak.
    Boleh jadi seseorang pada saat itu terjadi padanya belum bertaubat. Boleh jadi juga saat itu mereka belum melunasi hutang, juga belum berwasiat kepada orang yang berhak mendapatkan wasiat, dan orang-orang terdekatnya, sehingga hak-hak orang lain belum ia tunaikan. Padahal setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat terkait hak orang lain yang belum ia kembalikan kepada pemiliknya, meskipun ia orang yang mati syahid. Demikian Sang Nabi telah mewanti-wanti umatnya,
    يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ
    “Orang yang mati syahid akan diampuni seluruh dosanya, kecuali hutang” (HR. Muslim no. 1886).
  1. Belum tentu mati syahid.
    Para ulama, di antaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Al-Fatawa Al-Kubra (3/22), mengecualikan bagi orang yang bepergian naik kapal dalam kondisi sedang bermaksiat lalu tenggelam, tidak termasuk yang mendapatkan kesyahidan. Demikian juga pendapat Syaikh Shalih al-Munajjid hafizhahullah tentang orang yang bepergian untuk melakukan maksiat, seperti orang yang naik kapal untuk berzina dan minum khomr, dan yang semisalnya lalu tenggelam, maka ia tidak mendapatkan kesyahidan.
Kesimpulan, meskipun meninggal karena tenggelam, terjatuh dari tempat yang tinggi, terbakar, tertimpa benda keras, dan semisalnya itu mengantarkan seseorang meraih syahid di akhirat, akan tetapi banyak nash-nash yang menganjurkan kita untuk berlindung dari kematian yang mengerikan tersebut. Apabila seorang mukmin meninggal dalam keadaan tersebut dan tidak sedang bermaksiat, maka ia memperoleh kesyahidan. Akan tetapi ia tidak boleh berharap mati yang demikian, justru sebaliknya ia memohon kepada Allah Ta’ala agar terhindar darinya sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Wallahu a’lam.

Ganang Prihatmoko
Madinah, Saudi Arabia
11 Rabi’ul Awwal 1436
____________________
Disarikan dari:
Artikel Muslim.Or.Id


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Buku nikah suami dan istri

Ini Dia Proses Daftar Nikah di KUA
Buku nikah suami dan istri

JAKARTA (gemaislam) –  Ditjen Bimas Islam baru saja mengeluarkan alur pelayanan nikah sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama.
Dirjen Bimas Islam Machasin, dalam laman kemenag.go.id, mengatakan, PP 48/2004 mengatur bahwa biaya pernikahan hanya terbagi menjadi dua, yaitu:
1) gratis atau nol rupiah jika proses nikah dilakukan pada jam kerja di Kantor Urusan Agama (KUA); dan
2) dikenakan biaya enam ratus ribu rupiah jika nikah  dilakukan di luar KUA dan atau di luar hari dan jam kerja.
Machasin di Jakarta, Kamis mengatakan jika ada biaya lain di luar itu maka bisa dimasukan dalam kategori gratifikasi.
Untuk memberikan pemahaman dan memastikan tidak ada lagi pungutan biaya (gratifikasi) di luar ketentuan, berikut ini alur pelayanan nikah:
1. Calon pengantin mendatangi RT/RW untuk mengurus surat pengantar nikah untuk dibawa ke kelurahan;
2. Calon pengantin mendatangi kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah (N1 – N4) untuk dibawa ke KUA (Kecamatan);
a) Jika pernikahan dilakukan di luar Kecamatan setempat, maka calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) setempat untuk mengurus surat pengantar rekomendasi nikah untuk dibawa ke KUA (Kecamatan) tempat akad nikah.
b) Jika waktu pernikahan kurang dari 10 hari kerja, maka calon pengantin mendatangi Kantor Kecamatan tempat akad nikah untuk mengurus surat dispensasi nikah.
3. Calon pengantin mendatangi Kantor KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pendaftaran nikah;
a) Jika pernikahan dilakukan di KUA (Kecamatan), maka calon pengantin tidak dikenakan biaya alias gratis.
b) Jika perikahan dilakukan di luar KUA (Kecamatan), maka calon pengantin mendatangi Bank Persepsi yang ada di wilayah KUA tempat menikah untuk membayar biaya nikah sebesar Rp600.000,- lalu menyerahkan SLIP SETORANNYA ke KUA tempat akad nikah.
4. Calon pengantin mendatangi KUA (Kecamatan) tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan data nikah calon pengantin dan wali nikah;
5. Calon pengantin melaksanakan akad nikah, di KUA (Kecamatan) atau Lokasi Nikah, untuk kemudian diakhiri dengan penyerahan buku nikah.
“Mengenai dokumen yang dibuat RT-RW-kelurahan, pengaturan lebih lanjut dengan kementerian dalam negeri akan dilakukan,” jelas Machasin.
Red: Budi Marta Saudin


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Akhwatmuslimah.com – Mahasiswi: apakah ada satu ayat dalam Qur’an yang mewajibkan perempuan berhijab/berjilbab?
Dr. Jassem al-Mutowi’: perkenalkanlah diri anda terlebih dulu
Mahasiswi: saya adalah mahasiswa semester akhir di universitas. Sepengetahuan saya bahwa jilbab tidak diperintahkan oleh Allah. Oleh sebab itu saya tidak berjilbab, namun saya tetap sholat alhamdulillah.
Dosen: baiklah, boleh saya bertanya satu soal kepada anda?
Mahasiswi: silakan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Alhamdulillah hari ini, hari Jum’at tanggal 4 Rabiul Awal 1436 H / 26 Desember 2014 Website Resmi Syaikh Shalih Fawzan Bahasa Indonesia bisa tampil perdana. Kami mewakili Redaksi Alfawzan.Net berharap website ini bisa memberi manfaat bagi kaum muslimin dimana saja mereka berada.
Berikut ini kami tampilkan Rekomendasi dari Asy-Syaikh Shalih Fawzan yang beliau tulis pada tanggal 17 Safar 1426 H / 9 December 2014. Kami ucapkan Jazakallahu khairan buat beliau yang masih menyempatkan waktu untuk menulis rekomendasi ini yang sempat tertunda beberapa hari karena kesehatan beliau yang kurang fit selama beberapa hari.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله نفتتح الموقع باللغة الأندونيسية للانتفاع به. ونشكر القائمين عليه، راجين من الله أن ينفع به الإسلام والمسلمين، ويكتب الأجر للجميع
وصلی الله وسلم علی نبينا محمد وآله وصحبه
كتبه:
صالح بن فوزان الفوزان
عضو هيئة كبار العلماء في المملكة العربية السعودية
Terjemahan :
Bismillahirrahmanirrahim
Shalawat dan salam dari Allah senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau.
Alhamdulillah, kami telah meresmikan website kami dalam versi bahasa indonesia, agar bisa dimanfaatkan secara lebih maksimal.
Kami berterima kasih kepada semua pihak yang berperan di dalamnya. Dan kami berharap kepada Allah agar Dia berkenan menjadikan website ini bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin, dan memperuntukkan pahalanya untuk kita semua.
Ditulis oleh:
Saleh bin Fauzan al Fauzan
Anggota Haiah Kibar al Ulama KSA
17 Shafar 1426 H / 9 Desember 2014
Diposting : 04 Rabiul Awal 1436 H / 26-12-2014/ http://alfawzan.net


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
PEKANBARU (SALAM-ONLINE): Walikota Pekanbaru H Firdaus MT menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mewaspadai aliran Syiah masuk ke Kota Pekanbaru. Hal ini berkaitan dengan semakin ramainya kota ini didatangi warga negara asing (ilegal) yang rata-rata remaja.
“Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dari dampak buruk baik sosial maupun agama,” ungkap Firdaus kepada wartawan, Senin (29/12/2014) kemarin sebagaimana dikutip DataRiau.com, Selasa (30/12).
Dikatakannya, warga negara asing tersebut merupakan pendatang gelap asal Afghanistan, Irak dan Iran. Keberadaan pria dengan tubuh tinggi, kulit putih dan hidung mancung ini telah membludak di Kota Pekanbaru sejak dua bulan terakhir.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
JAKARTA (voa-islam.com) - Pesawat Airbus Air Asia A 320 dengan nomor penerbangan QZ 8501 telah hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura.
Jatuhnya pesawat tersebut disebabkan oleh awan Cumulus Nimbus yang yang tinggi seperti gunung-gunung raksasa yang dapat menyebabkan turbulensi dan mesin mati. Oleh karena itu, awan ini kerap dihindari oleh para pilot.
“Di dalam awan Cumulus Nimbus terdapat butiran es yang menyebar, dan badai petir yang mengkilat, kalau butiran es itu masuk ke engine maka dapat menyebabkan engine mati,” jelas pakar dirgantara.
Subhanallah, Nabi Muhammad SAW 1400 tahun silam tanpa pesawat, tanpa satelit dan tanpa teropong, tanpa teknologi dapat menjelaskan jenis awan Cumulus Nimbus yang dituliskan dalam kitab Al-Quran.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Bismillah..Gambar Alur PSB  MTs Al Irsyad Tengaran TP 2015/2016






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers