Nama dan Nasabnya
Nama Imam Ibnu Asakir adalah Ali bin al-Hasan bin Habbatullah bin Abdullah bin Husein ad-Dimasyqi asy-Syafi’i (ulama madzhab Syafi’i). Kun-yahnya Abu al-Qasim. Ia dilahirkan pada bulan Muharram tahun 499 H/1105 M di Kota Damaskus.
Beliau belajar ilmu fikih sedari kecil di Kota Damaskus. Ayahnya, al-Hasan bin Habbatullah, adalah seorang guru yang shaleh, adil, cinta ilmu, teladan bagi para ulama, dan memiliki perhatian yang besar terhadap ilmu agama, khususnya bidang fikih.
Lingkungan Masa Kecilnya
Shalahuddin al-Munjid dalam pengantar Tarikh Ibnu Asakir jilid satu mengatakan, “Lingkungan pertumbuhan al-Hafizh Ibnu Asakir memiliki pengaruh besar yang mengarahkan beliau kepada ilmu dan menjadikannya seorang yang cerdas. Ia tinggal di rumah dimana perkara-perkara diputuskan, hadits-hadits dan fikih dikaji. Rumahnya dipenuhi dengan ulama-ulama besar dan hakim-hakim Damaskus. Sejak kecil Ibnu Asakir melihat para ulama dan mendapat pemahaman ilmu”.
Kakak Ibnu Asakir yang bernama Shainuddin Habbatullah bin al-Hasan (488 – 563H) adalah seorang ahli fikih, mufti, dan ahli hadits. Ia membaca Alquran dengan beberapa riwayat. Ia seorang yang fakih dan cerdas. Sang kakak pernah bersafar ke berbagai wilayah dan mempelajari banyak cabang ilmu, seperti ilmu-ilmu ushul dan nahwu. Ia berguru dengan Abu al-Hishn as-Sulmi. Di sela-sela kegiatan belajar, ia juga memberikan fatwa dan produktif menulis. Shainuddin adalah seorang imam yang tsiqah, kuat agamanya, dan wara’.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
PENYELEWENGAN DAN PROBLEMATIKA PEMUDA
Penyebab penyelewengan dan problematika pemuda itu sangat banyak dan bervariasi jenisnya. Karena manusia pada fase remaja mengalami perkembangan pesat pada fisik dan mental. Fase ini merupakan fase pertumbuhan sehingga  sering berubah dengan cepat. Oleh karena itu, pada fase ini sangatlah penting mempersiapkan segala sesuatu yang bisa menjaga dan memantap  jiwa, serta perangkat yang bisa  menuntun mereka menuju jalan yang lurus.
Berikut ini beberapa penyebab terjadinya penyelewengan:
Pertama: Waktu Luang Atau Menganggur
Waktu luang atau menganggur merupakan penyakit berbahaya yang bisa mematikan pikiran, akal dan kemampuan fisik. Karena setiap jiwa itu perlu dan butuh melakukan gerakan dan melakukan aktifitas. Tatkala itu semua tidak ada, maka pikiran akan membeku, kemampuan jiwa untuk beraktifitas semakin lemah, pikiran-pikiran kotor dan buruk akan menguasai hati. Waktu luang tanpa ada kegiatan yang positif pasti akan menimbulkan rasa jenuh yang sangat membosankan. Bisa jadi rasa ini akan menimbulkan keinginan dan niatan buruk dengan tujuan untuk menghilangkan rasa jenuh yang mendera. Na’ûdzu billâh.
Solusi dari permasalahan ini adalah seorang pemuda hendaknya berusaha mencari dan melakukan kegiatan positif yang sesuai dengan dirinya, baik kegiatan yang bersifat religi seperti menghadiri majelis-majelis ilmu, membaca kitab atau buku agama kemudian menulis resumenya, berziarah ke kerabat dan lain sebagainya, ataupun kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan, seperti ikut kerja bakti, berolah raga dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini akan bisa menghindarkan dia dari kekosongan dan kevakuman, serta menjadikannya salah satu anggota masyarakat yang baik dan mampu berbuat untuk diri dan masyarakatnya serta bisa menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
HADITS-HADITS YANG BERKAITAN DENGAN PEMUDA
Karena tema pembicaraan kali ini berkaitan dengan pemuda, maka kami menyebutkan beberapa hadits yang berkaitan dengan pemuda atau didalamnya ada penyebutan lafazh pemuda, baik dalam kontek pujian kepada para pemuda, ataupun bimbingan kepada mereka agar tidak tertipu dengan masa muda. Diantara hadits berikut ada juga yang menunjukkan peran para pemuda dalam membela dan mempertahankan Islam dari serangan para musuh. Diantara hadits-hadits tersebut adalah:
Hadits Pertama: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ
Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shobwah[1] [HR. Ahmad]
Shabwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran.
Hadits Kedua: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجنَّة
Hasan dan Husain c adalah tokoh pemuda penduduk surga[2] [HR. At-Tirmidzi]
Hadits Ketiga: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ
Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allâh dibawah naungan ‘Arsynya pada hari tidak ada naungan selain naungan Allâh Azza wa Jalla (yaitu) : imam yang adil; Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allâh Azza wa Jalla ; Seorang laki-laki yang mengingat Allâh dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada adzab Allâh); Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allâh; Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allâh Azza wa Jalla ; Dan seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang permpuan yang memilki kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, ‘Sesungguhnya aku taku kepada Allâh.’ Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim][3]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Amalan tersebut terus menghasilkan pahala yang terus mengalir kepadanya.
Kalau kita perhatikan ada beberapa hadits yang menyebutkan hal ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)

Yang dimaksud dalam hadits adalah tiga amalan yang tidak terputus pahalanya:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
@kajianislam,(وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ‌)

"Dan sedikit dari hambaku yang pandai bersyukur"

Rutinitas nikmat Allah ini akan dirasakan besarnya ketika rutinitas itu berhenti contoh : “kita tiap hari bisa menggerakkan tangan kita suatu hari kita tabrakan, dan tangan kita tidak bisa bergerak, sebulan di rumah sakit, sebulan kemudian teman kita ada  yang berkunjung bertanya :

Assalamualaikum
Wa’alaiukum salam

"Gimana kondisi antum" ?
Yang sakit ini mengatakan : "Alhamdulillah, saya sudah bisa menggerakkan jari telunjuk saya"

Bisa menggerakkan jari telunjuk dia mengatakan Alhamdulillah,  puluhan tahun jari telunjukmu bisa bergerak tapi engkau tidak merasakan itu nikmat ?


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Bismillah, di awal Ramadhan 1437 H ini kami hadirkan audio mp3 Murottal Al-Qur'an Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasy 30 juz. Audio Murottal Al-Qur'an yang dibaca oleh Beliau sejumlah 30 Juz dan disajikan per juz dalam masing-masing file MP3.

Sekilas Profil Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasy
Nama lengkapnya Shaikh Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy. Beliau adalah seorang munsyid, hafiz Qur'am, dan imam berkebangsaan Kuwait. Misyari Rasyid Al-Afasy banyak dikenal karena bacaan Al-Quran dan nasyid yang dilantunkannya. Ia belajar Al-Qur'an di Universitas Islam Madinah (Kingdom Of Saudi Arabia). Beliau juga menjadi Imam dari Masjid Besar Kuwait, dan setiap Ramadhan ia memimpin Shalat Tarawih di Masjid ini. (Wikipedia)

MP3 Murottal Al-Qur'an Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasy (30 Juz Per Juz)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers