Social Icons

Sunday, February 14, 2016

Kalau Anak Saya Berhijab Syar’i, Bagaimana Dia Akan Dapat Jodoh?

Tidak bisa dipungkiri, banyak orang tua yang punya kekhawatiran seperti ini. Memang secara kasat mata, hal tersebut tampak wajar, karena begitu rusaknya lingkungan masyarakat sekarang ini.
Kalau dahulu, muda-mudi malu bila ketahuan berpacaran. Sekarang keadaan menjadi terbalik, muda-mudi akan malu bila tidak punya pacar. Semoga Allah memperbaiki keadaan ini, dan melindungi keluarga kita dari perbuatan zina, amin.

Bersabarlah Wahai Muslimah

Menikah? Siapa di antara kita yang tidak menginginkan menikah? Sudah menjadi fitrah manusia memiliki keinginan untuk membangun suatu tali yang kuat antara laki-laki dan wanita. Membangun sebuah rumah yang akan menjadi tempat bernaung bagi hati dan jiwa. Bukankah Allah Ta’ala berfirman dalam ayatNya yang mulia?

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Rūm: 21)

Sunday, February 7, 2016

Menunda Penyerahan Mahar

Pertanyaan:
Apakah wajib menyerahkan semua mahar kepada mempelai wanita ketika menyebutkannya saat akad nikah? Ataukah cukup menyebutkannya saja ketika akad? Bolehkah menunda penyerahannya nanti setelah akad nikah?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab:
Masalah ini dikembalikan kepada kesepakatan antara kedua mempelai, atau antara mempelai lelaki dengan wali dari mempelai wanita. Jika mereka telah memiliki kesepakatan dalam hal ini, baik berupa diserahkan lebih awal atau ditunda penyerahannya, maka tidak mengapa. Semua ini perkaranya luas walhamdulillah.
Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

Thursday, February 4, 2016

Nasihat Syaikh Asy Syinqithy Kepada Para Editor Video/Audio Ceramah

Bismillahirrahmairrahim,
Berikut ini ringkasan nasihat Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafizdahullah tentang fenomena yang meluas dan menyebar terlebih di internet adanya cuplikan-cuplikan video/audio ceramah ilmiyyah, didalamnya disebutkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadist Nabi shallallahu’alaihi wasallam namun diringi backsound musik,  suara rintihan agar terasa sedih, suara acapella dan yang lainnya.
Diantara nasehat beliau hafidzahullah :

Jangan Meratapi Apa yang Hilang

Jangan meratapi kenikmatan yang hilang dari kita. Karena, apa yang ada pada kita lebih banyak daripada apa yang hilang dari kita.
Sebenarnya bagian dari dunia dan kebutuhan hidup primer yang telah kita miliki itu lebih dari 80% dan kita hanya kekurangan sekitar 20% saja. Jadi mengapa kita harus meratapi kekurangan kita dan tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita?
Hendaknya kita menyadari bahwa hidup ini tidak lebih dari roti yang kita makan, air yang kita minum, pakaian yang kita kenakan, kesehatan yang cukup dari Allah, ketenangan batin dan rasa aman.
 

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Syaikh DR.Shalah Budair hafizhullah berkata :
Wahai pemuda Islam!
Bersungguh-sungguhlah dalam menghafal al Quran! Janganlah kalian menjadi lemah dan malas.
... Kalian adalah tulang punggung masa depan dan generasi yang dinanti.
Di saat manusia berlomba untuk dunia dan orang-orang yang berilmu berguguran dan orang-orang bodoh tidak mau belajar, kalau bukan kalian yang berada di atas kebenaran, siapa lagi..?!

Dalam Satu Hati, Tidak ada Dua Cinta.

Syaikh DR.Abdul Aziz Tharifi hafizhullah berkata : Manusia hanya punya satu hati, jika hati itu tersibukkan dengan makhluq, ia akan tersibukkan dari Rabb-nya. @AbdulazizTarifi Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Istiqomah diatas Amal Sholeh

Syaikh DR.Shalah Budair hafizhullah berkata :
"Allah berfirman, “Apakah kamu tidak melihat orang yang berpaling (dari al Quran)? Dia memberi sedikit lalu menahan sisanya” (An Najm: 33-34).
Makna “menahan sisanya” adalah “memutuskannya”. Maka ayat ini mengandung dorongan untuk tetap konsisten dalam beramal shalih dan celaan bagi orang yang beramal baik kemudian putus atau tidak konsisten"
 
Blogger Templates