Akhir akhir ini mulai terdengar kembali suara suara sumbang tentang fatwa fatwa ulama’ besar, sekaliber Bin Baz, Al Utsaimin, Al Albani, Al Abbaad, dll bahwa fatwa fatwa mereka tidak relevan dengan apa yang terjadi di indonesia. Dalihnya bukan karena dalil mereka lemah atau terbukti salah, namun karena fatwa mereka dianggap tidak sesuai dengan fakta yang di lapangan atau negri kita. Ulama’ ulama’ tersebut tidak memiliki fiqih waqi’ Indonesia.

Ulama’ ulama’ lokal yang hanya boleh atau layak memberikan fatwa tentang problematika yang terjadi di Indonesia, karena ulama’ indoensia lebih tau tentang waqi’ (realita) yang ada di Indonesia, dibanding ulama’ ulama’ arab.

Ya Fiqih Waqi’ yang kala itu disuarakan oleh ahlul bid’ah, khowarij, dan anak keturunannya untuk menentang fatwa fatwa ulama’ ulama’ besar, kini mulai disuarakan kembali.

Namun anehnya, bila para ahli fiqih waqi’ diminta agar merinci lebih detail tentang fiqih waqi’ yang mereka kuasai, dan tidak dikuasai ulama’ arab, sehingga menyebabkan fatwa fatwa ulama’ arab tidak relevan dengan apa yang terjadi di negri kita, mereka semua bungkam.

Bagaimana tidak bungkam? Para pengagum fiqih waqi’ bukanlah ahli ijtihad dan juga bukan ahli fatwa, sehingga wajar bila tidak mampu merinci berbagai hal seputar waqi’ (realita) yang memiliki korelasi dengan hukum syari’at.

Ya, topeng fiqih waqi’ kembali diproduksi secara masal dan diobral, untuk menjadi senjata pamungkas mempertahankan sikap atau pendapat yang mereka ingin paksakan. Faqih waqi’ dijadikan tameng terakhir untuk melindungi sikap fanatik buta dan kesombongan terhadap orang lain.

Padahal, kalau memang mau menolak atau membandingkan fatwa ulama’, seharusnya berani merinci, apa saja realita realita yang berbeda sehingga menyebabkan fatwa para ulama’ tidak relevan, agar dapat dikaji secara terbuka, bukan asal klaim menyelisihi waqi’ (realita) tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

Kalau sekedar klaim tanpa bukti nyata, maka itu namanya ASMUNI alias asal muni, dan seperti itu mudah dilakukan oleh siapapun.

Hasbunallah wa ni’mal wakil.

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online