Showing posts with label Sufi. Show all posts
Showing posts with label Sufi. Show all posts
Wihdatul mashdar menjadi salah satu ciri Ahlu Sunnah wal Jama’ah dalam penetapan masâil aqidah, Mereka hanya berlandaskan misykâtun nubuwwah, wahyu dari Allâh Ta'âla, tidak memandang akal, qiyas dan kasyf sebagai bagian sandaran aqidah. Karena tiga hal tersebut (akal, qiyas dan kasyf ) akan bertentangan banyak dengan nash al-Kitab dan Sunnah. Sehingga amat aneh bila ada orang yang mendahulukan akal, qiyas dan kasyf  di atas hujjah-hujjah al-Qur`an dan Hadits.
Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam saja pernah menegur ‘Umar bin Khaththâb –radhiyallâhu 'anhu– dari sekedar melihat-lihat lembar Taurat[1] yang sebelumnya merupakan kitab yang diturunkan dari langit namun telah dimasuki oleh tahrif-tahrif hasil penyelewengan tangan para pemuka agama mereka. Dan tentunya Taurat dalam konteks ini lebih afdhal daripada hasil qiyas akal manusia dan khayalan kalangan Sufi.[2]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Membongkar Ajaran Tasawuf: Ibadah & Agamanya (1)

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah

Orang-orang tasawuf –khususnya generasi terakhir- memiliki tata cara ibadah yang berbeda dari pedoman para salaf (ulama terdahulu) dan jauh meninggalkan Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka membangun agama dan ibadah mereka berdasarkan simbol-simbol dan istilah yang mereka buat-buat yang tersimpul dalam keterangan berikut :

1. Mereka hanya membatasi pelaksanaan ibadah berdasarkan  rasa cinta dan mengabaikan sisi-sisi yang lain seperti rasa takut dan harap.
Sebagaimana yang diucapkan sebagian mereka:  “Saya tidak beribadah kepada Allah karena mengharap surga, bukan juga karena takut neraka”.
Memang benar bahwa cinta merupakan hal yang  sangat asasi untuk beribadah, akan tetapi ibadah tidak semata-mata berlandaskan cinta sebagaimana yang mereka sangka, dia merupakan satu sisi dari sekian banyak sisi selainnya, seperti rasa takut (khouf), harap (roja), merendah (Dzul), tunduk (Khudhu’), doa dan lain-lain. Ibadah adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh syekhul Islam Ibnu Taimiyah :

إِسْمٌ جَامِعٌ لِمَا يُحِبُّهُ اللهُ وَيَرْضَاهُ مِنَ اْلأَقْوَالِ وَاْلأَعْمَالِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ
“Ungkapan yang meliputi setiap apa yang Allah cintai dan ridhoi baik dalam ucapan maupun perbuatan, yang zhahir (tampak) maupun yang bathin (tidak tampak)”.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Ditulis Oleh: Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi
Sesungguhnya Ahli bid’ah telah meletakkan beberapa pokok ajarannya sejak awal perkembangannya. Oleh karena itu seseorang tidak akan mengerti hakikat tasawuf kecuali setelah melihat beberapa pokok ajarannya, maka, dalam tulisan ini cukuplah menyebutkan beberapa pokok ajarannya. Dan itulah yang terpenting !.
Maksudnya tulisan ini setidaknya bisa mengingatkan kepada umat Islam agar berhati-hati dan tidak terjerat oleh jarinngan bid’ah mereka. Sebab saaat ini para Da’I (pendakwah) Sufi ( tarekat) tengah gencar-gencarnya menyebarkan bid’ahnya. Dan tidak sedikit dari kalangan muslimin yang masih bodoh-belum tahu hakekat kesesatan sufi-yang terpedaya dengan bualan mereka.
Beberapa pokok ajaran tasawuf diantaranya:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers