tangan hp whatsapp
Oleh: Abi Khalid Al Abdillah
“SAKIT tau Mas digituin.”
“Emang kamu diapain aja?” jawabku.
“Dia telah berjanji untuk meminangku, tapi yang aku dapat hanya janji palsu, Mas.”
“Ini pasti berawal dari dunia maya ya?” tanyaku.
“Iya, Mas. Kata-katanya manis Mas, status atau postingannya pun memperlihatkan kalau dia itu lelaki baik-baik.”
“Kalau dalam dunia nyata, kita akan lebih teliti dalam mimilih dan memilah. Kamu sebagai wanita pun lebih leluasa dalam mempertahankan izzah dan iffahmu sebagai muslimah. Tapi kalau dalam dunia maya, banyak akun-akun yang bertopeng,” tegasku.

“Maksudnya gimana Mas?”
“Iya, banyak ikhwan berwajah kadal. Tapi anehnya si wanita juga terlalu mudah untuk dikadali.”
“Termasuk aku ya Mas?”
“Hmmmm. Banyak yang menyatakan menjalin hubungan lewat jejaring sosial itu lebih syar’i ketimbang pacaran di dunia nyata, tapi bagiku semua itu sama saja. Karena dalam LDR itu terdapat zina mata, telinga, maupun zina pikiran atau yang biasa disebut halusinasi.”
Ia bertanya, “Mas, apakah semua lelaki penghuni dunia maya itu berkedok kadal?”
“Tidak. Tidak semua, ada sebagian yang modus, sebagian bertujuan untuk menghibur diri, sebagian untuk promosi usaha, dan yang terbanyak adalah sebagai ajang belajar, baik itu ilmu umum maupun ilmu agama.”
“Tapi Mas… Dia itu relijius banget.”
“Sudah aku tegaskan, banyak juga kadal berwujud ikhwan. Dan aku yakin, kamu menaruh hati padanya itu pasti diawali karena kamu sering membaca postingan-postingannya, sering like atau berkomentar di postingannya, ditambah kamu selalu rajin bin istiqamah meng-upload foto pribadimu, jadi pastilah ada sebagian yang sengaja me-modusi-mu.”
“Lantas, aku sekarang harus bagaimana, Mas?”
“Cobalah tengok 17: 32 sejenak dan mari kita kaji secara mendalam.”
“Apa itu Mas 17: 32?”
“17: 32 itu Qur’an surah Al-Israa ayat ke-32 yang berbunyi, ‘Walaa taqrabuuzzinaa innahu kaana faahisyatan wasaa-a sabiilaa’.”
“Arti dan penjelasannya, Mas?”
“Artinya, ‘Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk’.”
Lantas aku pergi sejenak untuk menengok sejumlah kitab tafsir yang aku punyai, karena tentu aku tak berani menafsirkan secara sembarangan. Penafsiran yang sembarangan itu bisa berakibat fatal kalau kita tak mempunyai ilmu yang menguasai di bidangnya. Dan setelah membolak-balik kitab tafsir, maka saya pun menjelaskan padanya.
“Dalam Tafsir Ath-Thabari dijelaskan, ‘Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya ke dalam neraka Jahannam’.”
“Astaghfirullah…”
“Iya, bergaulah dengan mereka yang menuntunmu pada Ilahi, bukan menjerumuskanmu pada nafsu birahi.”
==============================
Note: Hanya sedikit berpesan, tidak semua lelaki atau perempuan yang berkecimpung di dunia maya itu modus. Ada banyak penghuni dunia maya yang tetap berhati mulya. Bahkan sebagian juga ada yang sampai menikah dan mempunyai keturunan. Mari kita mempergunakan fasilitas ini untuk meraih ilmu yang bermanfaat fii dunya wal alkhirah. Mari gunakan sebaik-baiknya untuk menyebarkan kebaikan dan semoga kita termasuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang disabdakan Rasulillah SAW, “Man yuridillahu bihi khairan yufaqihhu fid diin…”

Yang artinya, “Barangsiapa yg Allah kehendaki baik, maka akan Allah berikan padanya pemahaman agama…”
Bertemanlah dengan mereka yang senantiasa berbagi kebaikan. Orang-orang yang akan selalu berbagi ilmu dan berbagi do’a, ialah sahabat yang seharusnya kita pertahankan. Karena sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kepada kita suatu kebaikan, bukan yang menjerumuskan. [


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online