Al Allamah Al Faqih Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkisah,
هناك من يخص رجب بالصيام فيصوم رجب كله ، وهذا بدعة وليس بسنة ، حتى إن أبا بكر الصديق – رضي الله عنه – دخل على أهله فوجدهم قد جمعوا كيزاناً للماء مستعدين للصيام في رجب فكسر الكيزان وقال : أتريدون أن تشبهوا رجب برمضان ، وكان عمر بن الخطاب – رضي الله عنه – يضرب الناس إذا رآهم صائمين حتى يضع أيديهم في الطعام في رجب ، فليس للصوم في رجب فضيلة بل هو كسائر الشهور ، من كان يعتاد أن يصوم الاثنين والخميس استمر ، ومن كان يعتاد أن يصوم الأيام البيض استمر ، وليس له صيام مخصوص .
Disini, ada orang yang mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa. Iapun berpuasa sebulan penuh. Perbuatan ini termasuk bid’ah bukan sunnah. Sampai-sampai suatu ketika Abu Bakar As Shiddiq rahiyallahu’anhu masuk menemui keluarganya. Beliau mendapati mereka mengumpulkan cangkir-cangkir besar untuk menyimpan air. Mereka melakukan hal ini untuk persiapan puasa di bulan Rajab lalu Abu Bakar radhiyallahu’anhu memecahkan cangkir-cangkir itu. Lantas berkata,

“Apakah kalian ingin menyerupakan  Rajab dengan Ramadhan?
Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu’anhu memukul orang yang beliau dapati sedang berpuasa (puasa khusus bulan Rajab) sampai mereka meletakkan tangan-tangan mereka di atas makanan di bulan Rajab.
Kesimpulannya:  tidak ada keistimewaan puasa di bulan Rajab bahkan Rajab sama seperti bulan-bulan (haram) lainnya.
Barangsiapa yang terbiasa puasa Senin Kamis silakan lanjutkan. Barangsiapa yang terbiasa puasa 3 hari setiap bulan silakan lanjutkan. Tidak ada puasa khusus bulan Rajab. (Silsilah liqa Asy Syahri No.190 Menit ke: 03:42)
Sumber: Tathbiq Fatawa Ibn Ustaimin Li Anduruwid
Diterjemahkan Oleh Tim Penerjemah wanitasalihah.com


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online