=====

Bagi Anda yg tidak mampu beramal dengan harta, Islam yg agung dan penuh rahmat ini masih memberikan *niat* yg dengannya Anda bisa menyamai orang kaya yg menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Renungkanlah potongan sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- berikut ini:

"Dunia ini, hanya untuk empat orang... (yg kedua:) seorang hamba yg ِAllah beri rezeki ilmu (agama), Dia tidak memberinya harta, namun orang tersebut baik niatnya, ia mengatakan: *'seandainya aku memiliki harta, tentu aku akan beramal seperti amalnya si fulan'*, maka dia (diberi pahala) dengan sebab niatnya, dan *pahala keduanya sama*". [HR. Attirmidzi: 2325, dishahihkan oleh Sy. Albani].

Dari sini, kita bisa mengambil 3 pelajaran berharga:


1. Jangan terkecoh dg harta... dan jangan bersedih karena kurang harta.. karena sebenarnya tanpa harta pun Anda juga bisa mendapatkan pahala seperti pahalanya orang kaya yg menginfakkan hartanya di jalan Allah... Inilah bukti Mahapemurah-nya Allah kepada para hamba-Nya.

2. Tidak perlu iri dengan orang kaya, karena belum tentu kita akan kuat menghadapi fitnah harta, bila ia benar-benar ada di tangan kita.. padahal di sisi lain, tanpa harta pun kita bisa mengimbangi pahala orang kaya itu dari hartanya... bahkan dg niat ini, Allah memberikan Anda pahala dengan lebih mudah dan tanpa resiko.

3. Niat adalah sumber pahala yg sangat agung, mudah, dan tanpa modal untuk mendapatkannya... sudah seharusnya kita benar-benar memperhatikannya... sayangnya, kebanyakan orang malah melalaikannya.

Semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita dalam menata hati dan niat kita, amin.

✏️ Ustadz Ad Dariny

๐Ÿ“ฒ IG dan TG @kajianislamchannel

@kajianislam, [01.10.16 05:27]
๐Ÿ“ Tips Mudah Memahami Bid'ah

-----

Sekarang ini kita sering denger orang bilang bid'ah, bid'ah. Emang bid'ah Itu sendiri apa sih ?

Bid'ah merupakan tambahan atau perkara baru di dalam agama. Bid'ah merupakan perbuatan ibadah yang sia-sia, bahkan tidak diterima oleh Allah meskipun niat pelakunya adalah baik.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi,

"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak" . (HR Bukhari Muslim)

Nah, ada sedikit tips atau cara mudah untuk lebih memahami perkara bid'ah ini, di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, Bid'ah itu hanya dalam perkara Ibadah.

Jadi, bid'ah yang tercela yang dimaksudkan oleh Nabi hanya terjadi di dalam perkara Ibadah. Adapun dalam perkara dunia, seperti adzan dengan speaker, berdakwah lewat media social, berangkat haji dengan pesawat, maka ini semua tidak termasuk ke dalam bid'ah yang Nabi maksud.

Kedua, Suatu perbuatan ibadah yang pada zaman Nabi dan Sahabatnya memungkinkan untuk mereka lakukan, namun mereka tidak melakukannya, maka perbuatan ibadah tersebut adalah bid'ah.

Sebagai contoh, dulu banyak Para Sahabat yang gugur di medan perang. Namun Nabi dan Para Sahabat tidak melakukan ibadah khusus, selamatan kematian untuk Para Sahabat yang mati ini.

Apakah Nabi dan Para Sahabat memungkinkan untuk mengadakan hal ini ?
Ya, memungkinkan. Akan tetapi mereka tidak melakukannya, maka perkara ini termasuk ke dalam bid'ah.

Nah, mulai sekarang jangan adalagi ya bilang "naek onta aja sono" , "ngapain pake HP" , "ngapain facebookan" , dan perkataan lain yang semisal ketika dikasih tau tentang bid'ah.

Point intinya, apabila kita ingin melakukan suatu Ibadah, coba cek dulu, ada ndak dalilnya dari Nabi. Ada diamalkan ndak oleh Nabi dan Para Sahabatnya.

Sekian, semoga bermanfaat....

✏️ Boris Tanesia

๐Ÿ“ฒ IG dan TG @kajianislamchannel


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online