Anak Orang Kafir yang Mati Sebelum Baligh

Ulama berselisih pendapat tentang status mereka (anak orang kafir) di akhirat. Al-Hafidz Ibnul Qoyim dalam bukunya Thariqul menyebutkan delapan pendapat ulama dalam masalah ini. Demikian pula disebutkan Al-Hafidz Ibnu Hajar. Pendapat yang mendekati paling benar ada dua pendapat:

Pertama, mereka diuji di hari kiamat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Al-Aswad bin Sari’ radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
As-Syaikh Amr bin Abdul Mun’im Salim dalam bukunya Adabul Khitbah wa Az-Zifaf min Al-Kitab wa Shahih As-Sunnah menjelaskan tentang aturan nadzar wanita yang dilamar. Selanjutnya beliau menegaskan dua syarat bolehnya nadzar. Bahwa bolehnya nadzar ini dengan dua syarat:
Pertama, pihak laki-laki harus benar-benar memiliki niat untuk menikahinya.
Berdasarkan hadis dari sahabat Abu Humaid Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً، فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَيْهَا إِذَا كَانَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَيْهَا لِخِطْبَةٍ، وَإِنْ كَانَتْ لَا تَعْلَم
“Apabila kalian melamar seorang wanita, tidak ada dosa baginya untuk me-nadzar-nya, jika tujuan dia melihatnya hanya untuk dipinang. Meskipun wanita itu tidak tahu.”(HR. Ahmad 23603, At-Thabrani dalam Al-Ausath 911. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau dalam Silsilah As-Shahihah, no. 97)
Kedua, ada peluang untuk menikahinya


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Dewasa ini menikah telah menjadi persoalan yang sangat pelik dan besar bagi banyak pihak. Persoalan yang mengganjal kemudahan dan kelancaran pernikahan tidak sebatas factor biaya pernikahan yang besar saja. Dalam beberapa keadaan, persoalannya bahkan berakar kepada faktor pemilihan dan penentuan calon pasangan hidup.
Banyak pemuda kebingungan mencari gadis yang akan dijadikan calon istri. Dalam zaman yang diwarnai oleh emansipasi wanita ala negara-negara kafir Barat ini, mencari sosok calon istri yang baik pemahaman dan pengamalan agamanya, baik akhlaknya, baik garis keturunan keluarganya ---syukur-syukur cantik wajahnya dan kaya harta--- bukan pekerjaan mudah.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du
Setiap manusia pasti merasa resah ketika dia belum mendapatkan jodohnya. Terlebih ketika dia sangat mendambakan keluarga yang bahagia. Apapun kondisi yang sedang kita alami, kita perlu memahami bahwa itu sejatinya bagian dari ujian hidup. Sebagai orang beriman, jadikan itu kesempatan untuk mendulang pahala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).
Anda yang saat ini sedang dirundung kecemasan dan resah, tidak lain itu ujian dari Allah. Jadikan keresahan Anda sebagai sebab untuk mengharap pahala dari Allah.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, eks teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur’an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur’an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil sanad minimal satu dari 10 qiraat.
Secara pribadi, saya paling suka kalau main ke tempat beliau, karena “pembicaraannya” tidak seperti pembicaraan manusia pada umumnya. Banyak nasehat yang dinukil dari kalamullah, hadits, atau petuah salaf sehingga membuat hati tidak bosan untuk mengambil faidah. Demikianlah persangkaan saya berdasar dzahir yang saya lihat, dan tidak bermaksud menyucikan seorang pun di hadapan Allah ta’ala.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more


:قال رسول الله صلى الله عليه و سلم 
إِنِّي لَأَمْزَحُ وَلَا أَقُوْلُ إِلَّا حَقًّا
(الطبراني)
Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terlah bersabda:”Sesungguhnya aku benar-benar bercanda dan aku tidak mengatakan kecuali dengan perkataan yang haq” (At Thabarani, dengan sanad hasan menurut Al Hafidz Al Haitsami)
Dari hadits di atas Imam Al Munawi menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bercanda meski beliau seorang rasul Allah, hingga Ibnu Uyaiman berpendapat bahwa bercanda merupakan bagian dari sunnah. Sedangkan canda Rasulullah sendiri tidak ada unsur bathil dan berlebihan.
Diantara canda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam termasuk perkataan beliau terhadap seorang wanita,”Suamimu yang ada warna putih di matanya”, juga perkataan beliau kepada seorang wanita tua,”Tidak masuk surga orang yang tua”, serta pernyataan kepada yang lain,”Kami benar-benar mengangkutmu di atas anak onta”.
Imam Al Mawardi sendiri menjelaskan bahwa bercanda sendiri memiliki dampak positif, yakni untuk mengakrabkan pertemanan dan menghibur lawan berbicara, dan ini tidak terwujud kecuali dengan perkataan yang baik dan tidak berlebihan. Sedangkan bercanda secara berlebihan akan menghilangkan wibawa, sebagaimana disampaikan oleh Raghib Al Asfahani.
Meski dianjurkan bercanda namun Ibnu Arabi menjelaskan bahwa menjadikan dien sebagai bahan gurauan adalah perkara yang dilarang karena itu bentuk dari kebodohan, sebagaimana yang dikabarkan Allah Ta’ala yang artinya,”Seungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk menyembelih sapi betina. Mereka pun mengatakan,’Apakah engkau menjadikan kami sebagai ejekan?’ Berkatalah Ia (Musa Alaihissalam),’Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk golongan orang-orang yang bodoh’”. (Al Baqarah: 67) (lihat, Faidh Al Qadir, 3/18,19)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer


DOWNLOAD
Faidah yang bisa dipetik dari ceramah
1. Kriteria Istri yang Ideal, yang diutamakan adalah yang bagus agamanya. Salah satu ciri wanita yang sholihah adalah seorang istri yang dia mampu menyenangkan suaminya ketika memandangnya, mentaati suaminya jika diperintah, dan tidak menyelisihi suaminya jika suaminya tidak senang terhadap sesuatu.
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
2. Kriteria yang kedua adalah pilihlah wanita yang masih gadis. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers