Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya dari pembicaraan berlebihan yang tidak ada manfaatnya. Jika telah menyampaikan maksudnya dengan kalimat pertama, lalu mengucapkan dua kalimat, maka kalimat kedua ini berarti berlebihan. Allah ta’ala berfirman
لا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An Nisa': 114)

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Saya mewanti-wanti kalian agar tidak berbicara secara berlebihan. Cukuplah bagi seseorang dari kalian untuk berbicara sebatas keperluannya saja.”
Mujahid berkata, “Sesungguhnya setiap pembicaraan akan dituliskan. Bahkan seseorang yang mendiamkan anaknya (supaya tidak menangis) dan berkata (dengan maksud berbohong-ed), ‘Saya akan membelikan ini dan itu untukmu, sehingga jangan menangis lagi.’ Orang ini akan ditulis sebagai pendusta.”
Ibrahim At Tini berkata, “Apabila seorang mukmin ingin berbicara, hendaklah ia mempertimbangkannya. Jika bermanfaat baginya, silahkan mengucapkannya. Namun jika tidak, hendaknya ia diam. Sedangkan lisan seorang pendosa selalu ceplas ceplos.”
Diambil dari buku Ruqyah, Jin, Sihir dan Terapinya karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali, Penerbit Ummul Qura


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online