Sobat,
barang kali itulah gumaman anda ketika menyadari betapa banyak orang yang mengganggu, menyakiti, memusuhi dan membenci anda. Orang kafir dengan berbagai modelnya membenci anda , ahlul bid’ah dengan berbagai produk bid’ahnya juga membenci anda, pelaku maksiat juga membenci anda, bahkan banyak pula orang yang berbeda pendapat dengan anda juga turut membenci anda.
Sobat!
sepatutnya sebagai orang yang beriman anda tidak bersikap cengeng, namun sebaliknya, tumbuhkan keteguhan dan ketegaran dalam diri anda, karena anda pasti yakin bahwa menjadi baik itu bukan karena mengikuti banyaknya orang, sebagaimana kebenaran tidak diukur dengan sedikit atau banyaknya orang, Kebenaran diukur dengan dalil dan bukti.

Seiring dengan keyakinan anda bahwa kebanyakan orang jauh dari kebenaran atau bahkan menyimpang maka anda sepatutnya sadar bahwa setiap yang menyimpang besar kemungkinan membenci anda, karena setiap manusia senang bila orang lain mengikuti jejaknya, agar hidupnya terasa gayeng nan semarak.
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Al An’am 116)
Karena itu, tidak perlu risau dengan kebencian orang, pusatkan pikiran, tenaga dan perhatian anda untuk mengasihani dan menyayangi orang-orang yang terjerumus dalam kesalahan agar mereka selamat dari kesesatannya dan mengikuti langkah anda menjadi orang baik.
Sebagaimana ketahuilah bahwa menjadi orang bak itu adalah satu keberhasilan, namun sadarkah anda bahwa keberhasilan yang lebih besar adalah tatkala anda bersabar, tabah menghadapi, mengajari, membimbing, mendakwahi orang yang tersesat hingga berhasil menjadikannya menjadi baik seperti diri anda ? Bukanlah satu keberhasilan bila anda mentertawakan apalagi memperolok-olok orang yang terjerumus dalam kesesatan.
Kesesatan bukan untuk dijadikan bahan perolok-olokan. namun untuk dikikis dan dihapuskan. Sebaliknya kebenaran bukan untuk dibangga-banggakan, namun untuk diamalkan, diajarkan dan ditularkan.
Karenanya jangan puas dengan menjadi orang baik, kerahkan segala kemampuan anda untuk menjadikan orang lain baik seperti anda atau bahkan lebih baik dari diri anda.
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Siapapun yang menyeru kepada kebaikan, niscaya ia mendapatkan pahala seperti yang didapatkan oleh setiap orang yang mengikuti seruannya tanpa sedikitpun mengurangi pahala mereka. Dan sebaliknya siapapun yang menyeru kepada kesesatan, niscaya ia menanggung dosa seperti yang dipikul oleh setiap orang yang mengiuti seruannya tanpa sedikitpun mengurangi dosa mereka. (Muslim)
Sebaliknya, bersedihlah tatkala anda menemukan saudara anda tersesat dan menyimpang, sebagaimana dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersedih karena menyadari betapa banyak dari ummatnya yang menyimpang dan menolak ajakannya untuk masuk Islam.
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).” (Al Kahfi 6)
Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online