Oleh Pizaro
Kelompok Syi’ah di Indonesia semakin
terbuka aktivitasnya dalam memecah belah umat Islam, melalui
pelestarian dan perayaan kebencian dan dendam terhadap para sahabat Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terkemuka, khususnya Abu Bakar
Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Al-Khaththab, dan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu
‘anhum ajma’in. Hari Sabtu (26/10/2013), di Gedung Smesco Jln Gatot
Subroto, Jakarta Selatan, kaum Syiah akan merayakan Hari Raya terbesar
dalam agama mereka, yaitu “Idul Ghadir”.
Menurut sebuah situs Syiah dalam
lampirannya, pada hari raya Idul Ghadir umat syiah dianjurkan membaca
doa khusus selepas shalat 2 rakaat. Di dalam doa tersebut, ternyata kaum
Syiah tak pernah lepas dari cacian dan pelaknatan terhadap
sahabat-sahabat terbaik Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,
diantara petikan doanya sebagai berikut:
فَإِنَّا يَا رَبَّنَا بِمَنِّكَ وَ لُطْفِك أَجَبْنَا دَاعِيَكَ وَ اتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ وَ صَدَّقْنَاهُ وَ صَدَّقْنَا مَوْلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَ كَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَ الطَّاغُوْتِ، فَوَلِّنَا مَا تَوَلَّيْنَا وَ احْشُرْنَا مَعَ أَئِمَّتِنَا، فَإِنَّا بِهِمْ مُؤْمِنُوْنَ مُوْقِنُوْنَ وَ لَهُمْ مُسَلِّمُوْنَ، آمَنَّا بِسِرِّهِمْ وَ عَلاَنِيَتِهِمْ وَ شَاهِدِهِمْ وَ غَائِبِهِمْ وَ حَيِّهِمْ وَ مَيِّتِهِمْ وَ رَضِيْنَا بِهِمْ أَئِمَّةً وَ قَادَةً وَ سَادَةً وَ حَسْبُنَا بِهِمْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ اللَّهِ دُوْنَ خَلْقِهِ لاَ نَبْتَغِيْ بِهِمْ بَدَلاً وَ لاَ نَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهِمْ وَلِيْجَةٍ وَ بَرِئْنَا إِلَى اللَّهِ مِنْ كُلِّ مَنْ نَصَبَ لَهُمْ حَرْبًا مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنَ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ وَ كَفَرْنَا بِالْجِبْتِ وَ الطَّاغُوْتِ وَ الْأَوْثَانِ الْأَرْبَعَةِ وَ أَشْيَاعِهِمْ وَ أَتْبَاعِهِمْ وَ كُلِّ مَنْ وَالاَهُمْ مِنَ الْجِنِّ وَ الْإِنْسِ مِنْ أَوَّلِ الدَّهْرِ إِلَى آخِرِهِ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نُشْهِدُكَ أَنَّا نَدِيْنُ بِمَا دَانَ بِهِ مُحَمَّدٌ وَ آلُ مُحَمَّدٍ
Ya Tuhan kami sesungguhnya kami dengan
anugerah dan kelembutanMu telah menerima utusanmu, mengikuti rasul,
mempercayai pemimpin kaum mu’minin dan mengkafirkan taghut, maka
jagalah iman dan wilayah kami kumpulkan kami bersama imam-imam
kami, sesungguhnya kami mengimani dan meyakini mereka, tunduk kepada
mereka, beriman kepada lahir, batin, kehadiran keghaiban, kematin dan
kehidupan mereka, dan kami merelakan mereka sebagai imam, pemimpin dan
tuan, dan cukuplah mereka bagi kami sebagai perantara menuju Allah tanpa
mahkluk yang lain, Kami tidak menginginkan ganti mereka, kami tidak
akan menjadikan kawan selain mereka, kami mensucikan diri dihadapan
Allah dari musuh mereka dari jin dan Manusia dari awal sampai
akhir, kami mengkafirkan taghut (musuh-musuh mereka), penyembah empat
berhala, pengikut mereka dan semua Yang mencintai mereka dari jin
dan manusia dari awal sampai akhir. Ya Allah sesungguhnya kami bersaksi
kepadamu bahwasanya kami menganut agama yang dianut oleh Muhammad dan
keluarga Muhammad
(Lihat doa lengkapnya di http://www.ipabionline.com/ 2012/11/amalan-lengkap-hari- raya-idul-ghadir.html)
Siapakah yang dimaksud dengan Thagut dan 4 berhala yang dijelaskan oleh al-Majlisi dalam Biharul Anwar vol.11/517 “Kami meyakini al-Bara’ah
(doktrin berlepas diri dan benci) kepada 4 berhala laki-laki dan 4
berhala perempuan serta seluruh kelompok dan pengikutnya. Mereka semua
adalah makhluq Allah yang paling buruk di muka bumi.
Tidak benar keimanan seorang kepada Allah,
Rasul dan para imam hingga ia membenci musuh-musuhnya”. Yang dimaksud 4
berhala laki-laki adalah Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan Mu’awiyah.
Adapun 4 berhala wanita adalah ‘Aisyah, Hafshah, Hindun dan Ummu Hakam.
Sebagaimana dimaklumi, kitab-kitab utama syiah dijejali aneka cacian dan
laknat serta pengkafiran terhadap Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan Umar
bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, sehingga keduanya tak segan-segan
dijuluki oleh syiah sebagai al-Jibt dan al-Thagut, demikian pula gelar Haman dan Fir’aun, atau julukan keji lainnya.
Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini dalam kitabnya al-Ushul min al-Kaafi, kitab al Hujjah, Vol.I/373, hadits no.4, menukilkan sebuah riwayat yang disandarkan kepada Abu Abdillah: “Tiga
orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak
akan disucikan, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang mengaku
berhak imamah dari Allah yang bukan haknya, dan orang yang menentang
imamah dari Allah, dan orang yang meyakini bahwa mereka berdua (Abu
Bakar dan Umar) termasuk orang Islam.”
Demikian pula Al-Kaf’ami dalam kitabnya al-Mishbah, hal.552 menyebutkan doa yang berisi laknat terhadap Abu Bakar dan ‘Umar yang dinamakan dengan Doa Shanamai Quraisy (Doa laknat atas dua berhala Quraisy). Dia menyebutkan bahwa doa ini diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radliyallaahu ‘anhu. “Ya
Allah limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan
laknatlah dua berhala Quraiys, dan kedua jibt dan thaghutnya (maksudnya:
syaithan yang disembah selain Allah-Pent), kedua tukang dustanya, dan
kedua putrinya yang telah menyelisihi perintah-Mu dan mengingkari
wahyu-Mu..” Tak ketinggalan Ali al-Hara-iri dalam kitabnya Ilzam al-Nashib fii Itsbaat al-Hujjah al-Ghaib, Vol.II/266
menyebut Abu Bakar dan ‘Umar sebagai Fir’aun dan Hamman. Diriwayatkan,
Al-Mufadhall bertanya, ‘Wahai tuanku, siapakah Fir’aun dan Hamman itu?’
Sang Imam menjawab, ‘Abu Bakar dan ‘Umar’.”
Maka memberikan izin acara atau
menghadiri/mengirim perwakilan ke acara idul ghadir sama saja artinya
ikut merayakan penistaan dan pengkafiran kepada sahabat nabi
Shalallahu ’alaihi wassalam dan membenarkan klaim Syiah dalam hal rukun
imamah rafidhah.
Inilah titik krusial yang tidak banyak dipahami oleh pemerintah dan sebagian tokoh ormas Islam. Sebab dampaknya sangat besar bagi kemurnian akidah islam yang diwariskan Rasulullah dan salafush-shalih. Sungguh mengizinkan acara Idul Ghadir bukanlah acara yang sepele, sudah seharunya pemerintah melindungi akidah warganya dari aliran sesat karena Islam adalah agama mayoritas bagi bangsa Indonesia.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer