Showing posts with label Doa dan Dzikir. Show all posts
Showing posts with label Doa dan Dzikir. Show all posts

Ini doa yang bagus dihafalkan dan dibaca dalam sujud.

Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Adzkar, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir Hadits #1429
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ -: أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ : (( اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ : دِقَّهُ وَجِلَّهُ ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika sujudnya, “ALLOHUMMAGH-FIR LII DZANBII KULLAHU, DIQQOHU WA JILLAHU, WA AWWALAHU WA AAKHIROHU, WA ‘ALAANIYATAHU WA SIRROHU (Artinya: Ya Allah ampunilah seluruh dosaku, yang kecilnya dan besarnya, yang pertamanya dan terakhirnya, yang terang-terangannya dan rahasianya).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 483]

Penjelasan:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Kaidah 2: Dzikir[1] di setiap Keadaan
Dzikir disyariatkan dalam setiap keadaan. Allah ta’ala berfirman:
فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُم
“Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring.” (Qs. An-Nisaa': 103)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yaitu pada seluruh keadaan kalian.” (Tafsiir Ibnu Katsir, 1/521.)
Akan tetapi, hal ini dikecualikan dalam dua keadaan:
Pertama : Ketika buang hajat
Kedua: Ketika bersenggama dengan istri
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Dibenci berdzikir kepada Allah sedangkan ia sedang buang hajat atau sedang bersenggama dengan istrinya. Allah itu Maha Mulia, maka harus dimuliakan.“(HR Ibnu Abi Syaibah No. 1220)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Akan tetapi disyari’atkan berdzikir sebelum dan sesudah buang hajat. Demikian pula disyariatkan ketika akan bersenggama. Bukan saat buang hajat atau ketika bersenggama.”(Al-Wabilush Shayyib,hal.82)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Inilah salah satu dari rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita yang sekali lagi kita tidak akan sanggup menghitungnya. Karena rasa cintaNya kepada kita agar kelak di hari kiamat kita mendapati kitab kita terisi dengan amalan shaleh yang banyak salah satunya dengan amalan yang singkat dan mudah ini tapi pahalanya sungguh tidak bisa kita gambarkan. Karena itu merugilah orag-orang yang mendapati kitabnya sangat sedikit amal shalehnya melainkan mereka akan menyesali dan menyesali dengan penyesalan yang sia-sia. Marilah wahai sahabatku kita istiqamah mengamalkannya semoga Allah memudahkannya untuk kita,…


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Waktu Zikir Pagi-Sore
Tanya: Kapankah pelaksanaan dzikir pagi dan sore?
Jawab: Sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya. Allah -Ta’ala- berfirman:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا
“Maka bertasbihlah engkau dengan memuji Tuhanmu saat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya”.
Dan Allah -Ta’ala- berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
“Maka sucikanlah Dia pada malam hari dan di penghujung siang, semoga engkau diridhoi”.

[Dijawab oleh Asy-Syaikh Yahya Al-Hajury -hafizhohullah-]
Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya. Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munaafiquun:9)
Alhamdulillaah, kami bisa menghadirkan audio dzikir pagi dan sore (petang) ke hadapan anda semua yang dibawakan oleh Syaikh Mishari Rasyid Al-Afasyi. Silahkan download pada link-link berikut ini:
  • Dzikir pagi, silahkan download disini.
  • Dzikir sore/petang, silahkan download disini.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa Siti Fatimah meminta kepada Rasulullah seorang pembantu dari tawanan perang, namun Rasulullah menolak untuk memberinya pembantu. Beliau malah mengajarkan Siti Fatimah untuk membaca sebelum tidur tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 34x.

1. Apa makna perintah dzikrullah tersebut?
2. Apakah dzikir-dzikir tersebut adalah penghilang rasa lelah?
2. Apakah Islam melarang kita untuk memakai jasa pembantu rumah tangga?
Jazakumullahu khairan katsira
Dari: Herbono


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
  • Dzikir adalah tanaman surga. Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda
    مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ
    “Barang siapa mengucapkan: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ‘Maha Suci Allah yang Maha Agung dan segala puji hanya bagi-Nya’, maka ditanam baginya sebatang kurma dalam surga,” (At-Tirmidzi, no. 3464;  dan shahihkan Al-Albani. Lihat Shahih At-Tirmidzi.)
  • Pemberian dan karunia yang diberikan karena dzikir tidak pernah diberikan karena amal yang lain apa pun.
  • Dzikir kepada Allah Ta’la secara kontinyu akan memberikan rasa aman yang terpancar dari lisan yang mana lisan sering menjadi penyebab kesengsaraan hamba dalam kehidupan duniawi dan akhirat. Maka sesungguhnya melupakan Rabb menjadikan dirinya lupa kepada dirinya dan segala kemaslahatannya. Sebagaimana firman Allah Ta’la,
    وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون
    “ Dan jangan lah kamu seperti orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah oranng-orang yanng fasik.”(Qs Al-Hasyr: 19)
  • Dzikir bisa tetap bersama hamba sekalipun dia berada diatas kasurnya, di pasar, sehat atau sakit, senang dan bahagia, ditempat kerjanya, keadaan  berdiri, duduk, berbaring, bepergian, atau ketika mukim. Dengan demikian, dzikir berlaku umum, dapat dilaksanakan dalam semua waktu dan kondisi, kapan pun dan bagaimana pun.
  • Dzikir adalah cahaya bagi pengamalnya ketika di dunia, dalam kuburnya, dan di akhirat akan memancar dihadapannya, membimbingnya berjalan di atas shirath. Oleh sebab itu, beliau sangat serius memohon cahaya kepada Allah, sehingga beliau meminta-Nya agar meletakkan cahaya dalam daging, tubuh dan tulang, urat dan rambut, pendengaran dan penglihatan, atas dan bawah, kanan dan kiri, belakang dan depan beliau.sehingga beliau berucap: ”… dan jadikanlah aku sebagai cahaya.”                                                                                           
    Beliau shlallallahu  alaihi wa sallam memohon kepada Rabbnya agar menjadikan cahaya pada dzat beliau yang lahir ataupun bathin, dan sudi kirannya meliputi beliau dari segala penjuru. Maka, agama Allah adalah cahaya. Kitab-Nya adalah cahaya. Rasul-Nya adalah cahaya.rumah-nya yang disediakan untuk para wali-nya adalah cahaya yang gemerlap. Allah Ta’ala adalah cahaya semua lapisan langit dan bumi. Diantara nama-nama-Nya adalah An Nur (cahaya).
  • Bahwasanya dzikir adalah pokok segala asas. Jalan umum bagi semua orang dan sangat diharapkan semua wilayah. Barangsiapa yang dibukakan pintu masuk ke dalam dzikir, maka telah dibukakan pintu masuk bertemu kepada Allah Azza wa Jalla. Hendaknya dia bersuci dan masuk sehingga bisa mendapatkan sisi-Nya segala apa yang dia inginkan . Siapa yang mendapatkan (ridha) Allah, maka dia akan meraih segalanya. Dan barang siapa terluput dari (ridha) Allah maka dia terluputkan segalanya.
  • Dzikir mampu mengumpulkan apa yang terserak dan memecah apa yang menyatu, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Yakni, dzikir mampu mengonsentrasikan hati dan keinginan hamba yang berserakan, memupus keresahan, kegalauan, kesedihan, tekanan jiwa, dan kesatuan tentara iblis, sebab iblis terlaknat terus mengirim kepada setiap hamba pasukan demi pasukan.Dzikir juga mendekatkan akhirat dan membuatnya terpandang agung dalam hati, sebaliknya mengerdilkan dunia di mata hamba dan menjauhkannya dari hati maupun lisan.
  • Dzikir  membangunkan hati dari tidur pulasnya dan membangkitkan dari ngantuknya. Jika hati tidur, maka akan ketinggalan segala macam keuntungan, kesempatan, dan mengalami kerugian.
  • Dzikir adalah sebatanng pohon yang membuahkan berbagai pengetahuan.
  • Seorang ahli dzikir akan sangat dekat dengan Dzat yang dia berdzikir kepada-Nya. Dzat yang dia berdzikir kepada-Nya akan bersama-Nya. Kebersamaan ini berupa perlindungan, cinta, pertolongan dan taufik. Hal ini karna firman Allah Ta’ala
    إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
     “Sesungguhnya Allah beserta ornag-orang yang bertaqwa dan orang-orang  yang berbuat kebaikan.”(Qs An-Nahl: 128)
    وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
    “Dan sesunggunya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”(Qs Al-Ankabut: 69)
    لا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
    “Janganlah kamu berdukacita, sesungguhnya Allah beserta kita.”(Qs At-Taubah: 40).
    Seorang ahli dzikir adalah orang yang besar bagiaannya ketika mendapatkan kebersamaan tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi.
    ”Aku bersama hamba-Ku jika dia berdzikir kepadaku. Dengan-Ku kedua bibirnya bergerak”   (HR Ahmad, (2/540) dan selainnya. Dishahihkan Al-Albani. Lihat Shahih Al Jami’, (no.1906))
***
muslimah.or.id
dari buku Syarah Hisnul Muslim, Pensyarah : Majdi bin Abdul Wahhab Ahmad. Referensi dari terbitan Darul Falah dan Pustaka Ar Rayyan

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Saya mensarikan faedah ini dari faedah-faedah yang telah disebutkan oleh  Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya, Al-Wabib Ash-Shayyib.1
  • Bahwasanya dzikir itu mengusir syetan, menghantamnya dengan telak dan membinasakannya.
  • Bahwasanya dzikir itu mengundang keridhaan Ar-Rahman Azza wa jalla.
  • Bahwasanya dzikir itu mengusir rasa sedih dan gundah dari dalam hati dan mengisi hati dengan sukaria, bahagia , dan semangat.
  • Bahwasanya dzikir itu menguatkan hati dan badan.
  • Bahwasanya dzikir itu memberikan cahaya pada wajah dan hati.
  • Bahwasanya dzikir itu mengundang rezeki.
  • Bahasanya dzikir itu menyelimuti orang yang melakukannya dengan wibawa, rasa manisnya dzikir, dan kecerahan.
  • Bahwasanya dzkir itu mewariskan rasa cinta yang merupakan ruh islam, puncak perputaran agama, dan poros kebahagian dan keselamatan.
  • Bahwasanya dzikir itu mewariskan rasa muraqabah (merasa diawasi oleh Allah) sehingga dengannya seseorang memasuki pintu ihsan. Seseorang menyembah Allah seakan-akan ia melihat-Nya. Dan bagi orang yang lalai tiada jalan menuju dzikir  hinggan sampai ke kedudukan ihsan.
  • Bahwasanya dzikir mewariskan taubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
  • Bahwasanya dzikir  mewariskan kedekatan kepada Allah Ta’ala.
  • Bahwasanya dzikir membukakan baginya pintu agung di antara pintu-pintu pengetahuan. Setiap kali seseorang memperbanyak kadar dzikirnya, bertambah pula pengetahuannya.
  • Bahwasanya dzikir itu mewariskan rasa takut kepada Rabbnya dan semangat mengagungkan–Nya. Hal itu karena kekuasaan dahsyat atas hatinya dan kebersamaannya selalu dengan Allah Ta’ala, yang berbeda dengan orang lalai. Bahwa penutup rasa takut itu sangat tidak kentara dalam hati.
  • Bahwasanya dzikir itu mewariskan kepadanya ingat kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’alaberfirman,
    فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
    Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu ….” (Al-Baqarah: 152)
    Seandainya tiada keutamaan lain dalam dzikir selain satu keutamaan ini saja, tentu telah cukup utama dan mulia.
  • Bahwasanya dzikir itu mewariskan kehidupan hati. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati, bagaikan air bagi ikan. Maka, bagaimana kondisi ikan jika meninggalkan air?”
  • Bahwasanya dzikir adalah makanan hati dan ruh.
  • Bahwasanya dzikir itu memberikan kebersihan hati dari karatnya. Tidak diragukan bahwa hati berkarat seperti berkaratnya kuningan, perak, dan selainnya. Bersihnya hati adalah dengan dzikir. Sesungguhnya dzikir itu akan menjadikan hati cemerlang hingga seperti cermin yang bersih. Jika dzikir ditinggalkan, hati menjadi berkarat, dan jika berdzkir, maka hati menjadi cemerlang. Hati menjadi berkarat karena dua hal: lalai dan dosa. Dan cemerlangnya karena dua hal: istiqfar dan dzikir. Barang siapa yang kelalaiannya  mendominasi waktu, maka akan menjadi karat yang berlapis-lapis pada hatinya. Karatnya sesuai dengan kelalaiannya. Jika hati berkarat, maka semua pengetahuan tidak akan tergambar sesuai dengan kenyataannya, sehingga melihat kebathilan dalam bentuk kebenaran. Bila karat hati berlapis-lapis, suasan menjadi lebih gelap sehingga tidak akan terlihat baginya bentuk kebenaran sebagai mana aslinya. Jika karat hati berlapis-lapis dan menghitam, lalu dilapisi pembusukan, rusaklah daya analisis dan daya pemahamannya sehinga tidak menerima lagi kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Ini adalah siksaan hati yang paling dahsyat.
  • Bahwasanya dzikir itu menggugurkan, lalu melenyapkan berbagai kesalahan. Dzikir adalah kebaikan yang paling agung; dan perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.
  • Bahwasanya dzikir itu menghilangkan rasa hampa antara hamba dan Rabbnya. Sesungguhnya bagi seseorang yang lalai antara dirinya dan Rabbnya Ta’ala adanya kehampaan, dan rasa hampa itu tidak akan hilang melainkan dengan dzikir.
  • Bahwasanya apa yang dapat digunakan seorang hamba untuk berdzikir kepada Rabbnya dengan mengagungkan-Nya, atau bertahmid kepada-Nya akan mengingatkan pelakunya pada saat dalam kondisi sulit.
  • Bahwasanya seorang hamba jika mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan dzikir kepada-Nya ketika dalm kondisi bahagia, maka akan mengetahui ketika dalam kesulitan.
  • Bahwasanya dzikir itu akan menyelamatkan diri dari azab Allah Ta’ala.
  • Bahwasanya dzikir adalah sebab turunnya ketenangan, meluapnya rahmat, dan liputan para malaikat. Hal itu sebagaimana disampaikan nabi shallallahu alaihi wa sallam.2
  • Bahwasanya dizkir adalah sebab yang menyibukkan lisan sehingga tidak terjerumus perbuatan ghibah, mengadu domba, bekata keji, dan berkata bathil.
  • Majelis-majelis dzikir adalah majelis-majelis para malaikat,  sedangkan majelis-majelis untuk main-main dan lalai adalah majelis-majelis syetan.
  • Bahwasanya ahli dzikir akan merasa bahagia dengan dzikirnya dan para teman duduknya. Dia adalah orang yang penuh berkah dimanapun berada. Sedangkan orang yang lalai akan merasa sengsara dengan main-main dan kelalaiannya. Orang-orang yang bergaul dengannya akan sengsara karenanya.
  • Bahwasanya dzikir akan mengamankan setiap hamba dari kerugian pada hari kiamat. Dan sesungguhnya setiap hamba dalam majelis yang tidak menyebutkan nama Rabbnya Ta’la, maka akan mengalami kerugian di hari kiamat.
  • Bahwasanya menangis dalam kesepian menyebabkan naungan Allah Ta’ala bagi seorang hamba pada hari ketika semua manusia dihimpunkan di mahsyar yang agung di bawah arsy-Nya,sedangkan semua orang berada dibawah panas terik matahari yang melelehkan mereka ditempatnya. Sedangkan seorang ahli dzikir akan mendapatkan naungan dibawah arsy Ar-Rahman Azza wa Jalla.
  • Bahwasanya menyibukkan diri dengan dzikir adalah penyebab bagi turunnya karunia Allah Ta’ala bagi ahli dzikir yang merupakan pemberian terbaik yang diberikan kepada para peminta.
  • Bahwasanya dzikir adalah ibadah yang paling mudah. Dan diantara ibadah yang paling manis dan utama. Sesungguhnya gerakan lisan adalah gerakan anggota badan yang paling ringan dan paling mudah.jika salah satu anggota badan seorang manusia bergerak selama sehari semalam sama dengan gerakan lisan, pasti akan sangat berat terasa olehnya, bahkan hal itu tidak mungkin.
***
muslimah.or.id
disalin dari buku Syarah Do’a dan Dzikir HISNUL MUSLIM, Pensyarah : Majdi bin Abdul Wahhab Ahmad. Penerbit Darul Falah.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Zaman sekarang pemuda pemudi pasti tidak asing dengan kata “Galau”, satu kata pendek yang sering didengung-dengungkan ini mampu menggambarkan suatu keadaan yang menggelisahkan hati, susah, gundah gulana baik karena masalah jodoh, pekerjaan, keluarga, atau masalah kehidupan dunia yang lain. Yang paling sering kita pahami dan yang dimaksudkan, kata “Galau” ini dikaitkan dengan masalah yang pertama kami sebutkan, yaitu Jodoh. Entah kenapa konotasinya kebanyakan menuju kesana. Wallahua’lam. Tentu setiap orang akan merasa tidak nyaman jika mengalami kegalauan, dan setiap orang akan berusaha keluar dari zona ini. Tentunya kita harus melampiaskan rasa galau ini dengan segala kegiatan positif terlebih lagi yang membawa pahala, dan jangan sampai kegalauan dilampiaskan dengan kemaksiatan,


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

cinta_nabi_dan_maulid_nabiPara pengunjung Rumaysho.com tercinta seperti biasa di bulan Rabi’ul Awwal akan marak dengan perayaan maulid. Itulah yang menjadi tradisi di sekitar kita. Bagaimanakah penilaian Islam dan para ulama mengenai perayaan tersebut? Saat ini kami akan menyajikan link-link terkait yang membahas Maulid Nabi di website tercinta ini. Artikel-artikel yang ada dibahas dengan ilmiah, berusaha menyajikan dengan dalil sehingga mohon jika ingin berkomentar sampaikan hujjah yang kuat. Jangan hanya asal comment, tetapi tidak ada isinya, cuma asal mencaci dan asal-asalan ikut-ikutan orang. Karena kami sampaikan pembahasan yang ada tidak dengan asal-asalan, namun dengan dalil dan hujjah yang jelas. Semoga artikel-artikel yang ada bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin mengumpuli istrinya, dia membaca doa: “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki[1] yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya”[2].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca zikir/doa ini sebelum berhubungan suami istri, karena disamping mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini merupakan sebab selamatnya seorang bayi dari bahaya dan keburukan setan[3].
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Bulan Ramadhan akan berakhir.
Bulan penuh barokah akan meninggalkan kita.
Tidak ada yang yakin bisa bertemu dengan Ramadhan berikutnya.
Tidak ada yang yakin bisa dijumpakan lagi dengan bulan Al Qur’an.
Tidak ada yang yakin bisa bersua kembali dengan bulan yang begitu mudah untuk beramal.
Lihatlah bagaimanakah para salaf selalu berdo’a selama enam bulan untuk diperjumpakan kembali dengan bulan Ramadhan.
Mereka pun berdo’a di enam bulan lainnya agar amalan-amalan mereka diterima.[1]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Suatu hari ketika Ibrahim Bin Adam ‘Alaihisalam di negeri Bashrah, seorang laki-laki dari kaumnya bertanya,” Wahai Ibrahim, kami sudah berdoa kepada Allah, namun kenapa sampai sekarang Allah tidak mengabulkan doa dan permintaan kami?”
Nabi Ibrahim menjawab,” Karena sesungguhnya hati kalian semua telah mati.”
Setelah itu mereka bertanya,” Apakah yang menyebabkan hati kami menjadi mati wahai Ibrahim?”
Nabi Ibrahim menjawab,” Hati kalian mati disebabkan oleh sepuluh hal yaitu:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Penulis: Buletin Dakwah Al Wala’ Wal Bara’ Bandung

Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya (lihat edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib). Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munaafiquun:9)
Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat ‘ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu ‘isya.
Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun bacaannya dan penjelasan tentang keutamaannya adalah sebagai berikut:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
At Tauhid edisi VII/17
Oleh: Wiwit Hardi Priyanto
Tidak sepantasnya bagi seorang hamba jika ia berdoa kepada selain Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah yang mampu memenuhi kebutuhan hamba-Nya, hanya Allah lah yang menghilangkan kesulitan hamba-Nya…
Doa adalah sebuah ibadah yang agung. Dimana seorang hamba merasa butuh akan Rabbnya. Di dalam doa terpanjatkan permintaan dan permohonan. Di dalam doa pula seorang hamba mengadu kepada Allah dan sebagai ucapan syukur kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60).
Tidak sepantasnya bagi seorang hamba jika ia berdoa kepada selain Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah yang mampu memenuhi kebutuhan hamba-Nya, hanya Allah lah yang menghilangkan kesulitan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62)
Macam-macam Doa


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Mungkin sebagian kita belum mengetahui bahwa waktu antara adzan dan iqomah adalah waktu utama terkabulnya do’a. Sehingga karena ketidaktahuan setelah adzan malah disibukkan dengan hal lain yang tidak berfaedah. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa waktu tersebut adalah di antara waktu terkabulnya do’a (waktu ijabah).
Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap orang memperhatikan waktu tersebut dan memanfaatkannya untuk banyak bermunajat dan memohon pada Allah yang Maha Mendengar setiap do’a.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Sunusi Al-Makassari

Apa bacaannya pada saat sujud tilawah atau sujud sahwi?

Jawab:
Adapun sujud tilawah ada dua hadits yang menjelaskannya, tapi keduanya adalah hadits dho’if (lemah).
Satu : Hadits ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- :
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِالْلَيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
Adalah Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam beliau membaca dari sujud Al-Qur’an (sujud tilawah-pent.) pada malam hari : “Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakanku, maka beratlah pendengaran dan penglihatan karena kemampuan dan kekuatan-Nya”. Dan dalam riwayat Hakim ada tambahan : “Maka Maha Berkah Allah sebaik-baik pencipta”. Dan dalam riwayat Ibnu Khuzaimah : “Beliau mengucapkannya tiga kali“.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Saudaraku ... do’a itu memiliki banyak sekali fadhilah atau keutamaan. Berikut beberapa di antaranya:

Pertama: Do’a adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir)
Kedua: Do’a adalah sebab untuk mencegah bala’ bencana.
Ketiga: Do’a itu amat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)
Keempat:  Do’a adalah sebab kuat dan semakin mendapatkan pertolongan menghadapi musuh.
Kelima: Do’a merupakan bukti benarnya iman dan pengenalan seseorang pada Allah baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya. Do’a seorang manusia kepada Rabbnya menunjukkan bahwa ia yakini Allah itu ada dan Allah itu Maha Ghoni (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Mampu, Rabb yang berhak diibadahi semata tidak pada selainnya.
Keenam: Do’a menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Ta’ala. Karena seorang yang berdo’a ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Allah. Ia pun berarti menyerahkan urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.
Ketujuh: Do’a adalah sebagai peredam murka Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadits ini hasan)
Semoga faedah ilmu ini memberikan kita motivasi untuk terus berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Setiap do’a pasti bermanfaat. Setiap do’a pasti akan diberi yang terbaik oleh Allah menurut-Nya. Jadi jangan putus untuk terus memohon.
Semoga sajian singkat di malam ini bermanfaat.
Worth note during the journey in Riyadh with KSU’s student from mini book “Aktsar min 1000 Da’wah”, written by Kholid Al Husainan, page: 15-16.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
1
Makan dan minum dari rezeki yang haram
Karena ini termasuk perkara yang menghalangi terka­bulnya doa, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Seorang lelaki yang melakukan perjalanan panjang, ram­butnya acak-acakan dan berdebu, ia mengangkat tangan­nya ke langit dan berseru, Ya Rabbi, ya Rabbi! Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan barang yang haram, bagaimana akan diterima doanya?” [Hadits riwayat Muslim (1015) dari Abu Hurairah]
2
Terburu-buru meminta doanya cepat dikabulkan
Perbuatan seperti ini dilarang, karena dapat mengha­langi terkabulnya doa. Namun ia juga tak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Sikap terburu-buru seperti ini bisa digolongkan sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap janji Allah, yang mana Allah telah menjajikan pengabulan doa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Akan dikabulkan doa salah seorang dari kamu selama ia tidak terburu-buru, ia mengatakan: Aku sudah berdoa namun tidak dikabulkan bagiku.” [Hadits riwayat Al-Bukhari (6340) dan Muslim (2735) dari Abu Hurairah]
3
Berlebih-Iebihan atau melampaui batas dalam berdoa
Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Termasuk melampaui batas dalam berdoa. Allah berfirman:
“Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-­orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: SS)
Sa’ad radhiyallahu ‘anhu pernah melihat anak laki-Iakinya berdoa, dan ia berkata dalam doanya: “Ya Allah aku memohon kepadamu Surga, kenikmatannya, kemegahannya, begini dan begini. Dan aku berlindung kepadamu dari api Neraka, dari rantainya, belenggunya, begini dan begini.”
Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai anakku sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Akan muncul nanti suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa, jangan sampai engkau masuk dalam golongan mereka. Jika engkau diberikan Surga, niscaya engkau akan diberikan semua apa yang ada di dalamnya. Jika engkau dihindarkan dari api Neraka, niscaya engkau akan dihindarkan darinya dan seluruh keburukannya.” [Hadits riwayat Ahmad (1/172) dan Abu Dawud (1480) dari Sa'ad. Silakan lihat Shahih Abu Dawud (1313)]
4
Meminta perkara-perkara yang mustahil
Misalnya orang itu berdoa bisa menjadi nabi, atau ia berdoa agar menjadi malaikat, karena hal itu tidaklah mungkin. Bahkan kalau ia meyakini adanya kenabian setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bisa kafir karenanya. Disamping hal itu juga termasuk bentuk berlebih-Iebihan dalam berdoa.
- shalihah.com -

Sumber: Panduan Amal Sehari Semalam, Penulis Abu Ihsan al-Atsary dan Ummu Ihsan Choiriyah, Pustaka Darul Ilmi hal 108-110



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Doa


Doa memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Di samping itu, doa merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah. Dan doa merupakan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Rabbnya dalam meraih segala perkara yang bermanfaat dan menolak segala perkara yang membawa mudharat bagi mereka. Doa merupakan bukti kecondongan seorang hamba kepada Allah, bahwasannya tiada daya dan upaya melainkan dengan bantuan Allah.

Perbanyaklah Doa

Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa dirinya tidak selayaknya banyak meminta kepada Allah, dia mengang­gap hal itu sebagai suatu aib, menilainya sebagai sikap kurang bersyukur kapada Allah atau bertentangan dengan sifat qana’ah. Akhirnya ia tidak meminta kepada Allah Ta’ala kecuali dalam perkara-perkara yang dia anggap penting atau mendesak. Sedang dalam masalah-masalah yang sepele ia enggan memintanya kepada Allah. Ini jelas sebuah kekeliruan dan suatu kejahilan. Karena doa adalah suatu ibadah dan Allah marah jika seorang hamba enggan meminta kepada-Nya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya doa adalah ibadah.” [Hadits riwayat Ahmad (lV/267) dan Abu Dawud (1479) dan At-Tirmidzi (2969) dan dishahihkan olehnya, dan Ibnu Majah (3828) dan Al-Hakim (1/491) dan dishahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi, dan Ibnu Hibban (887h/II/124) dalam Kitab Al-Ihsan. Dan Al-Baihaqi dalam Asy­-Syu'ab (1105) dan Ibnu Abi Syaibah (29167h/VI/21) dan Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad (105) dan Ibnu Jarir dalam Tafsirnya (Nomor 1 3038/11) dari Nu'man bin Basyir. Silakan lihat Shahih al-Jami' (3407)]
Kemudian beliau membaca ayat:
“Dan Rabbmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk api Neraka dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)
Doa ini akan memberikan manfaat atas seizin Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Doa itu bermanfaat bagi apa-apa yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi, hendaklah kalian banyak­banyak berdoa wahai hamba-hamba Allah.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi (3048) dan AI-Hakim (1/493) dari Ibnu Umar. Shahih al-Jami' (3409)]
Seorang muslim selayaknya banyak berdoa setiap waktu, karena doa merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat mulia di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah Ta’ala daripada doa.” [Hadits riwayat Ahmad (11/362) dan At-Tirmidzi (3370) dan dihasankannya, dan Al-Hakim (1/390) dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan yang lainnya dari Abu Hurairah. Silahkan lihat Shahih aJ-Jami' (S392).]

Doa Tidak Pernah Membawa Kerugian

Orang yang meninggalkan doa adalah orang yang paling merugi. Sebaliknya seorang yang berdoa tidak akan pernah merugi atas doa yang ia panjatkan, selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan tali silaturrahim. Karena doa yang ia panjatkan pasti disambut oleh Allah, bisa dengan mewujudkan apa yang ia minta di dunia, atau mencegah keburukan atas dirinya yang setara dengan apa yang ia minta, atau menyimpannya sebagai pahala yang lebih baik baginya di akhirat kelak. Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada seorang yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah akan mengabulkan apa yang ia minta, atau Allah menahan keburukan atas dirinya yang semisal dengan apa yang ia minta, selama ia tidak berdoa untuk suatu per­buatan dosa atau untuk memutuskan tali silaturrahim.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ahmad. Dan dishahihkan oleh AI-AI bani dalam Shahih aJ-Jami' (S678).]
Oleh karena itu, janganlah seorang hamba merasa keberatan meminta kepada Rabbnya dalam urusan-urusan dunianya, meskipun urusan yang sepele, terlebih lagi dalam urusan akhirat. Karena permintaan itu merupakan bukti keter­gantungan yang sangat kepada Allah dan kebutuhannya kepada Allah Ta’ala dalarn semua urusan. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan:
“Sesungguhnya barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan marah kepadanya.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi (3373) dan Ibnu Majah (3727) dari Abu Hurairah.
Silakan lihat dalam Shahih At-Tirmidzi (2686).]

Oleh karena itu, dahulu para salaf senantiasa berdoa kepada Allah sampai-sampai ada di antara mereka yang ber­doa agar rasa garam bisa terasa pada makanannya.
- shalihah.com -

Sumber: Panduan Amal Sehari Semalam, Penulis Abu Ihsan al-Atsary dan Ummu Ihsan Choiriyah, Pustaka Darul Ilmi hal 99-102



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Dzikir-dzikir Setelah Shalat Wajib


Keutamaan Berdzikir

Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkan tentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baik yang sifatnya muqayyad (tertentu dan terikat) yaitu waktu, bilangannya dan caranya terikat sesuai dengan keterangan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, tidak boleh bagi kita untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil, atau membuat cara-cara berdzikir tersendiri tanpa disertai dalil baik dari Al-Qur`an ataupun hadits yang shahih/hasan, seperti berdzikir secara berjama’ah (lebih jelasnya lihat kitab Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i wa Khatharul Ibtidaa’, Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah, dan lain-lain).
Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di setiap keadaan baik berbaring, duduk dan berjalan sebagaimana diterangkan oleh ‘A`isyah bahwa beliau berdzikir di setiap keadaan (HR. Muslim). Akan tetapi tidak boleh berdzikir/menyebut nama Allah di tempat-tempat yang kotor dan najis seperti kamar mandi atau WC.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers