Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَتُبَاشِرُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَتَنْعَتَهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا
“Janganlah seorang istri mendeskripsikan sosok dan sifat wanita lain di depan suaminya, seakan ia langsung melihatnya.” (HR. Muslim no. 5240-5241, Abu Dawud no. 2150, Ahmad I/387, 438 dan 443)
Dalam Fathu al-Bari (91240) dinyatakan bahwa hikmah di balik larangan ini adalah dikhawatirkan seorang suami kemudian merasa tertarik dengan perempuan yang digambarkan tersebut lalu mendorong untuk menceraikan istrinya atau terpesona dengan perempuan yang diceritakan. Allah Ta’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ … ﴿١٤﴾
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas dan perak.” (QS. Ali-‘Imran: 14 )
Di dalam realitanya, seorang istri terkadang tanpa sengaja menceritakan sosok wanita yang dikenalnya dengan kebaikannya di hadapan suaminya.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
https://orcid.org/0000-0002-6047-3243