Memberi Nama Makanan dengan ‘Setan’ Apa hukum memberi nama makanan dengan kata ‘setan’, sepeti bakso setan atau krupuk setan.. yg sekarang lagi marak. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Ilustrasi. (Foto: kaskus.co.id)
Akhwatmuslimah.com – Dr Ishan adalah seorang dokter ahli syaraf yang terkemuka dari Pakistan. Dia salah satu dokter yang terbaik di negaranya. Sangat sulit untuk ditemui, dibutuhkan waktu hingga berbulan-bulan sebelum mendapatkan perjanjian untuk menemuinya. Dan dia menceritakan sebuah kisah dari kejadian yang benar-benar dialaminya.
Saya adalah orang yang sangat sibuk. Seringkali saya harus melakukan perjalanan ke berbagai kota, bahkan hingga ke luar negeri. Ketika itu saya sedang berada dalam suatu penerbangan ke luar kota. Tiba-tiba langit menjadi mendung, awan gelap dan kilat mulai menyambar. Saat hujan mulai turun dengan deras, terjadi banyak guncangan di dalam pesawat, dan salah satu mesin pesawat tersambar petir. Mesinnya rusak sehingga kami harus segera mendarat.
Pendaratan darurat itu terjadi di bandara terdekat, sebuah bandara yang kecil di area yang terpencil. Pesawat yang kami tumpangi adalah sebuah pesawat kecil dengan hanya beberapa orang penumpang. Setelah turun dari pesawat, kami terkejut karena ternyata kami mendarat di sebuah tempat yang sangat terpencil, tidak ada seorang pun di sana yang bisa memperbaiki mesin pesawat yang rusak. Jadi kami pun hanya bisa menunggu.
Lalu aku bertanya kepada Kapten Pilot, “Berapa lama kita harus menunggu di sini?”
“Mungkin kita akan cukup lama di sini..”
“Tetapi aku harus pergi ke kota berikutnya..”
Sang Kapten berkata “Kota itu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan darat. Jadi mengapa Anda tidak naik mobil saja?”
Saya pun menyambut baik usulan itu, “Baiklah, itu ide yang bagus. Karena aku tak bisa menunggu terlalu lama.”
Jadi saya memutuskan untuk naik taksi dari area terpencil di Pakistan itu. Dalam perjalanan, langit mulai menampakkan mendung lagi. Kilat menyambar dan hujan pun mulai turun dengan begitu deras. Hingga mobil kami tidak dapat bergerak lebih jauh karena mulai terjadi banjir.
Saat itu kami berada di area terbuka dengan sawah-sawah di kiri kanan jalan. Kami akhirnya mulai menyadari kami tidak bisa bisa kemana-mana, sampai kemudian kami melihat ada sebuah rumah di sana.
“Mengapa kita tidak pergi saja ke sana? Kita bisa mengerjakan shalat, dan mungkin juga kita bisa beristirahat dan makan di rumah itu.”
Kami pun memutuskan pergi ke rumah yang jauh dari perkampungan tersebut dan mengetuk pintunya. Setelah menunggu beberapa saat, seorang nenek tua membuka pintunya.
“Kami sedang dalam perjalanan menuju ke kota berikutnya. Mobil kami terjebak banjir. Kami hanya ingin tempat untuk shalat dan beristirahat..” Sang nenek pun mempersilahkan kami masuk.
Di dalam rumahnya, ada mushala kecil, selembar sajadah kecil terhampar di sana. Di sana saya juga melihat ada seorang anak kecil yang terbaring di atas tempat tidur. Saya memperhatikan setiap beberapa waktu, sang nenek mengecek keadaan anak itu. Sang nenek juga duduk di mushalla dan menunaikan shalat bersama kami.
Setelah selesai menyelesaikan shalat dan beristirahat, kami berniat untuk segera pamit dan melanjutkan perjalanan. Kami mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati sang nenek yang telah mengijinkan kami beristirahat di rumah kecilnya.
Sebelum pergi, aku bertanya kepada kepadanya “Apa yang terjadi dengan anak itu?”
Sang nenek mulai bercerita,”Dia adalah anak yatim, aku adalah nenek dari anak ini dan aku telah merawatnya sejak dia masih kecil. Saat ini dia sedang sakit sangat parah. Kami telah mengunjungi semua dokter di daerah ini, tetapi tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Salah seorang dokter memberitahu kami hanya ada satu orang dokter spesialis yang dapat menolong anak ini. Kami pun berusaha untuk menemuinya, tetapi mereka meminta kami untuk menemuinya enam bulan kemudian. Tetapi tempatnya sangat jauh. Maka sejak itu aku berdoa dan memohon kepada Allah untuk memudahkan urusan kami.”
“Siapakah nama dokter spesialis itu?” saya bertanya kepadanya.
“Namanya adalah dr Ishan.” jawab sang nenek
Saya langsung menangis begitu mendengarnya.
“Mengapa Anda menangis?” tanya sang nenek terkejut.
“Doa Nenek baru saja terjawab. Karena doa Nenek, kilat pun menyambar, mesin pesawat terkena sambarannya. Maka kami mendarat, dan saya melanjutkan perjalanan dengan taksi. Lalu hujan kembali turun untuk menghentikan kami. Dan sekarang kami berada di sini..” Hujan tiba-tiba berhenti setelah saya menjawab pertanyaan itu. Sekarang nenek itu yang mulai menangis.
Setelah menyelesikan kisahnya, dokter itu berkata, “Aku belajar bahw


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Haid wanita dimulai dengan keluarnya darah haid baik berupa bercak ataupun darah kental dan diakhiri dengan tanda suci haid. Jika telah muncul tanda suci, wanita tersebut berkewajiban melaksanakan shalat, puasa dan perintah agama lainnya.
Apa saja tanda suci haid?
Para ulama menegaskan bahwa tanda suci haid ada dua:
  1. Jufuf (kering)Yaitu jika diletakkan kain atau kapas di kemaluan wanita tidak akan dijumpai darah. Kapas tetap kering dan bersih. (Shahih Fiqh Sunnah 1/207,  Syarh Mumti’ 1/433, Mukhtashar Khaliil, 2/502)
  2. Qashshatul Baidha. Apa itu qashshatul baidha? أن يخرج من فرج المرأة ماء كالجير فالقصة من القص وهو الجير لأنها ماء يشبهه وقيل يشبه العجين وقيل شيء كالخيط الأبيض
    وروى ابن القاسم كالبول وعلي كالمني قال بعضهم : يحتمل اختلافها باعتبار النساء وأسنانهن والفصول والبلدان إلا أن الذي يذكره بعض النساء يشبه المني
    Yaitu cairan putih seperti kapur yang keluar dari kemaluan wanita. Ada yang berpendapat qashshah itu mirip adonan (tepung). Pendapat lain mengatakan qashshah adalah cairan seperti benang putih.
    Diriwayatkan dari Ibnul Qasim bahwa qashshah seperti halnya kencing, dan diriwayatkan dari Ali, cairan itu seperti mani. Sebagian ulama Malikiyyah menjelaskan bahwa bisa jadi cirinya berbeda, melihat kondisi tiap wanita dan usianya, iklim cuaca dan lingkungan tempat tinggal. Hanya saja, disebutkan sebagian wanita bahwa qashshah itu cairan mirip mani. (Syarh Mukhtashar Khalil,  2/502)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Wahai anakku…
Ibumu hanyalah manusia  biasa yang tak memiliki apa-apa kecuali secuil ilmu yang diperoleh dari baca-baca buku,
Mendengarkan ceramah ustadz saat pengajian ibu-ibu,
Membaca artikel ilmiyyah yang bermanfaat bagi diri ibumu.
Ibumu bukanlah seorang ustadzah yang berilmu,
Bukan pula hafidzah yang hafal berlembar-lembar juz Al -Qur’an yang Allah turunkan sebagai wahyu.
Namun begitu wahai anakku…
Itu semua tidaklah menghalangi ibumu terus berusaha sekuat tenaga mendidikmu agar selalu diatas cahaya petunjuk Rabbmu.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafidzahullah
Pertanyaan:
Bagaimanakah duduk yang sesuai sunnah tatkala makan di atas tanah?  Aku mendengar ada 3 cara duduk yang dianjurkan tetapi tidak ada dalil yang menyebutkan ketiganya. Saya mengharapkan penjelasan dalil akan hal ini?
Jawaban:
Alhamdulillah,
Pertama,


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Bekerja kantoran dengan gaji 100 juta rupiah per bulan, siapa yang tak mau? Tapi resikonya adalah kesibukan yang padat hingga mengakibatkan pulang larut malam karena harus rapat ini dan itu. Kebersamaan dengan keluarga pun jadi terbengkalai, apalagi kebersamaan dengan-Nya. Sebagai muslim, shalat 5 waktu tak pernah lewat. Tapi menjaga agar bisa selalu tepat waktu dan shalat berjamaah di masjid, itu yang susah. Laki-laki ini merasa bahwa ada yang kurang benar dalam hidupnya. Hingga di satu titik, dia melepaskan apa yang selama ini dikiranya membuatnya bahagia.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Afwan,  kata yang tak asing lagi ditelinga kita. Sering kali kita mendengar atau membaca SMS, WA,BBM saudara kita yang mengucapkan kata ini. Terlebih bila mereka melakukan suatu kesalahan, kekeliruan baik sengaja ataupun tidak.
“Afwan ya,  saya telat.”
“Afwan banget saya lupa.”
“Afwan saya tidak bisa.” Dan sebagainya.
Alhamdulillah kosa kata bahasa arab satu ini mulai populer di tengah-tengah masyarakat.
Namun tahukah Saudariku jika afwan tak hanya berarti maaf?
Mari kita simak sedikit penjelasan berikut. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
Definisi secara bahasa
Afwan (عفوا) atau al afwu (العفو) adalah mashdar dari fi’il ‘afaa (عفا) –  ya’fu (يعفو)
Dalam Lisanul Arab (15/72) disebutkan,
والعَفْوُ هو التجاوز عن الذنب وترك العقاب عليه
Al afwu berarti memaafkan atas kesalahan (dosa) dan membebaskan hukuman atasnya.
Al Khaliil berkata,
وكلُّ مَن استحقَّ عُقوبةً فتركْتَه فقد عفوتَ عنه. وقد يكون أن يعفُوَ الإنسان عن الشَّيء بمعنى الترك، ولا يكون ذلك عن استحقاق
“Setiap orang yang berhak mendapatkan hukuman lalu engkau membebaskanya berarti engkau telah memaafkannya. Terkadang seseorang memberi maaf atas sesuatu dengan membebaskan. Hal tersebut hanya bagi mereka yang pantas mendapatkannya.” (Maqaabisul Lughah,  4/56)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers