Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:
أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لم يزَلْ يقنُتُ في الصُّبحِ حتَّى فارقَ الدُّنيا
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam senantiasa qunut Shubuh sampai beliau meninggal dunia“.
Derajat hadits: mungkar.
Diriwayatkan oleh Abdurrozaq (4964), Ibnu Abi Syaibah (7002), Ahmad (3/162), Ath Thahawi (1/244), Daruquthni (2/39), Hakim dalam Al Arba’in dan Baihaqi (2/201) dari beberapa jalan dari Abu Ja’far Ar Rozi dari Robi bin Anas dari Anas bin Malik secara marfu‘.
Sisi cacatnya adalah Abu Ja’far, dia orang yang jelek hafalannya, hanya bisa digunakan untuk syawahid, namun kalau sendirian maka haditsnya lemah.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Cukup banyak hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan dan amal-amal shalih di dalamnya. Namun, banyak pula hadits-hadits seputar keutamaan bulan Ramadhan yang dha’if (lemah)1, maka kami pandang perlunya dipaparkan sekilas tentang beberapa hadits dha’if tersebut, yang telah banyak beredar di masyarakat, dan mencakup segala jenisnya.
Hadits dha’if dampak negatifnya cukup besar pada masyarakat, disebabkan adanya keyakinan orang-orang yang mengamalkannya bahwa hadits tersebut benar-benar berasal dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, baik berupa sabda atau perbuatan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, padahal kenyataannya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah mengamalkan atau mengucapkannya. Karena inilah, maka kami anggap perlu menjelaskan hakikat hadits-hadits lemah tersebut, agar kita waspada selalu terhadap syariat yang tidak benar adanya dari Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Di antara hadits-hadits dha’if yang cukup masyhur dan sering dibawakan oleh banyak khatib dan penceramah di bulan Ramadhan tersebut adalah beberapa hadits berikut ini:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Ayat yg sangat indah dan halus dalam menjelaskan bahwa seharusnya kita meninggalkan semua bid’ah dalam agama. Allah ta’ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Alu Imron: 31).
Renungkanlah kandungan ayat ini:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
“Dikit-dikit bid’ah, dikit-dikit bid’ah,” “apa semua yang ada sekarang itu bid’ah?!” “kalau memang maulidan bid’ah, kenapa kamu naik motor, itukan juga bid’ah.” Kira-kira kalimat seperti inilah yang akan terlontar dari mulut sebagian kaum muslimin ketika mereka diingatkan bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah bid’ah yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Semua ucapan ini dan yang senada dengannya lahir, mungkin karena hawa nafsu mereka dan mungkin juga karena kejahilan mereka tentang definisi bid’ah, batasannya dan nasib jelek yang akan menimpa pelakunya.
Karenanya berikut uraian tentang difinisi bid’ah dan bahayanya dari hadits Aisyah yang masyhur, semoga bisa meluruskan pemahaman kaum muslimin tentang bid’ah sehingga mereka mau meninggalkannya di atas ilmu, Allahumma amin.
Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

وَفِي رِوَايَةٍ : مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang mengadakan perkara baru dalam urusan kami ini apa-apa yang bukan darinya maka dia tertolak”.
Dalam satu riwayat, “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada tuntunan kami di atasnya maka amalan itu tertolak”.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Lebaran anak yatim dijadikan moment di hari Asyura untuk berbagi dengan anak yatim. Kita pun sudah tahu keutamaan menyantuni anak yatim dan itu berlangsung setiap waktu, bukan dikhususkan moment dalam setahun sekali. Adapun hadits yang membicarakan lebaran anak yatim adalah hadits yang bermasalah.
Keutamaan Menyantuni Anak Yatim
Dari Abu Hurairah, berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ
"Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 131, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (2881): [Bukhari: 69-Kitab An Nafaqaat, 1-Bab Fadhlun Nafaqoh ’ala Ahli. Muslim: 53-Kitab Az Zuhud, hal. 41]


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
(Syarh Hadits ke-20 Arbain anNawawiyyah)
 
Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” [HR. al-Bukhari]
 
SEDIKIT PENJELASAN TENTANG SAHABAT YANG MERIWAYATKAN HADITS
 
Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshory al-Badri, disebut sebagai al-Badri karena beliau tinggal di daerah Badr. Para Ulama’ berbeda pendapat apakah beliau ikut dalam perang Badr atau tidak. Al-Imam alBukhari berpendapat bahwa beliau ikut dalam perang Badr, namun kebanyakan Ulama’ lain tidak berpendapat demikian. Beliau ikut dalam Baiatul ‘Aqobah, perang Uhud, dan perang-perang setelahnya. Meninggal setelah tahun ke-40 Hijriah.
 
DEFINISI MALU


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 
“Permisalan diriku adalah seperti orang yang menyalakan api. Ketika api telah menyinari apa yang ada di sekelilingnya, berdatanganlah anai-anai dan hewanhewan yang berjatuhan ke dalamnya. Sementara itu, orang ini terus berusaha menghalangi mereka dari api, namun serangga-serangga itu mengabaikannya hingga berjatuhan ke dalamnya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Itulah permisalan diriku dan diri kalian (umatku). Aku menarik ikat-ikat pinggang kalian untuk menyelamatkan dari neraka (seraya berseru,), ‘Jauhilah neraka! Jauhilah neraka!’ Namun, kalian (kebanyakan umatku) tidak menghiraukanku dan menerjang berjatuhan ke dalamnya.”
 
TAKHRIJ HADITS
 


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Hadits:

Dari Amr bin Syu’aib dari Ayahnya dari kakeknya:
Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengobati padahal dia tidak memiliki ilmu tentang ketabiban (medis) sebelum itu, maka dia harus menanggung (resiko).” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Syarah:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Telaah Hadis

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهِ عُمَرُ وَهُوَ عَلَى حَصِيرٍ قَدْ أَثَّرَ فِي جَنْبِهِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَوْ اتَّخَذْتَ فِرَاشًا أَوْثَرَ مِنْ هَذَا فَقَالَ مَا لِي وَلِلدُّنْيَا مَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ سَارَ فِي يَوْمٍ صَائِفٍ فَاسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
Kosa kata / مفردات :
ظِلِّ شَجَرَةٍ : bayangan pohon   رَاكِب : Menjelaskan
يَوْمٍ صَائِفٍ : hari yang panas terik    رَاحَ : beristirahat.
Takhrij Hadits / تخريج الحديث
Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ahmad bin Hambal dalam kitab al-Musnad 1/301, ibnu Hibaan dalam kitab Shohih ibnu Hibban no. 2526, al-Haakim dalam kitab al-Mustadrak 4/309-310 dari sahabat dan saudara sepupu Rasulullah n yaitu Abdullah bin Abaas z .
Hadits ini dinilai shahih oleh Syeikh al-Albani dalam  kitab Shohih al-Jaami’ ash-Shaghir no. 5669.
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

Sebagian pria kurang dalam memahami hadits yang menjelaskan bahwa wanita itu kurang akal dan agamanya. Sehingga dari sini mereka pun merendahkan para wanita. Padahal barangkali ada salah persepsi dalam memahami hadits tersebut.
Dalam hadits yang muttafaqun ‘alaih disebutkan,
مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغلَبُ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا نُقْصَانُ عَقْلِهَا؟ قاَلَ: أَلَيْسَتْ شَهَادَةُ الْمَرْأَتَيْنِ بِشَهَادَةِ رَجُلٍ؟ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا نُقصَانُ دِينِهَا؟ قَالَ: أَلَيْسَتْ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ
Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rasulullah, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 79)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa di bulan Muharram ini disunnahkan bagi kita untuk berpuasa pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram) sebagaimana yang datang dalam hadits,

أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صَامَ يَوْمَ عَاشُوْرَاء وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
"Rasulull
ah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya". (Muttafaqun 'Alaihi dari hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma).
Dan ketika ditanya tentang fadhilah (keutamaan) puasa Muharram, beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
"Menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
 Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: “Sungguhh perkara ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di desa kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang dimuliakan atau kehinaan yang dihinakan: kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghina-dinakan kekufuran.” (HR Ahmad no: 16344 dan al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra)
Imam Ahmad mengeluarkan hadits di atas di dalam al-Musnad dari Abu al-Mughirah dari Shafwan bin Sulaim, dari Sulaim ibn ‘Amr, dari Tamim ad-Dari. Al-Haitsami diMajma’ az-Zawaid berkomentar: “rijal (para perawi) Ahmad rijal ash-shahih.” Riwayat yang sama juga dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra dan al-Hafidz Abdul Ghani al-Maqdisi mengeluarkannya dalam Dzikr al-Islam. Beliau mengatakan: “Hadits ini Hasan Shahih.”.

Makna Hadits


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
عن الوليد بن مسلم قال: حدثنا أبو داود سليمان بن موسى الكوفي: حدثنا دلهم بن صالح عن أبي إسحاق عن مسروق أنه دخل على عائشة يوم عرفة، فقال: اسقوني. فقالت عائشة: يا غلام! اسقه عسلاً. ثم قالت: وما أنت يا مسروق! بصائم؟! قال: لا؛ إني أخاف أن يكون يوم الأضحى. فقالت عائشة: ليس ذاك، إنما يوم عرفة يوم يعرف الإمام، ويوم النحر يوم ينحر الإمام، أو ما سمعت يا مسروق! أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم - كان يعدل صومه بصوم ألف يوم، يعني: يوم عرفة
Dari Walid bin Muslim, ia berkata: Abu Daud Sulaiman bin Musa Al Kufi menuturkan kepadaku: Dalham bin Shalih menuturkan kepadaku: dari Abu Ishaq: dari Masruq, ia pernah datang kepada ‘Aisyah di hari Arafah lalu berkata: ‘berilah aku minum’. Aisyah lalu berkata kepada seseorang: ‘wahai pemuda, beri dia madu’. Lalu Aisyah berkata: ‘Ada apa wahai Masruq? Apa kamu sedang puasa?’. Masruq menjawab: ‘tidak, aku khawatir ini adalah hari Idul Adha’. Aisyah lalu berkata: ‘Bukan demikian, hari Arafah adalah hari ketika imam menetapkan itu hari Arafah. Dan hari Idul Adha adalah hari ketika imam menetapkan itu Idul Adha. Atau mungkin kamu belum dengan wahai Masruq, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menyamakan puasa hari ini dengan puasa seribu hari (yaitu puasa Arafah)‘”
Hadits ini dikeluarkan oleh Al ‘Uqaili dalam Adh Dhu’afa (164), Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath (6802).


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih‘” (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385)
Dalam lafadz yang lain:
صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُومُونَ , وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
Kalian berpuasa ketika kalian semuanya berpuasa, dan kalian berbuka ketika kalian semua berbuka” (HR Ad Daruquthni 385, Ishaq bin Rahawaih dalam Musnad-nya 238)
Derajat Hadits
At Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan gharib”. An Nawawi berkata: “Sanad hadits ini hasan” (Al Majmu’, 6/283). Syaikh Al Albani berkata: “Sanad hadits ini jayyid” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440).
Faidah Hadits


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more

عن عمر بن الخطاب رَضَِيَ اَللهَُ عََنْه ، عن النَّبيِّ صَلَّى اللهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: (( لو أنَّكم توكَّلون على الله حقَّ توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً، وتروحُ بطاناً )) رواه الإمام أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه وابن حبان في صحيحه والحاكم، وقال الترمذي:  حسن صحيح
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
beliau bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal,
niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki
kepada seekor burung. Ia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang
kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh
(kenyang)”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu
Hibban dalam Shahih-nya, dan Al-Hakim. Dan At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih”.
PENJELASAN HADITS


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3289/slash/0

Di antara orang yang berbahagia dengan permohonan ampun dan do’a para
Malaikat adalah seorang hamba yang duduk di masjid untuk menunggu
shalat dalam keadaan berwudhu’.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu,
sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ فِيْ صَلاَةٍ مَا لَمْ
يُحْدِثْ تَدْعُوْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ :اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ
اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ."

“Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia
berada dalam keadaan suci, melainkan para Malaikat akan mendo’akannya:
‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” [1]



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Alhamdulillah, tidak lama lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan yang mulia. Nah, berkaitan dengan hal ini terdapat sebuah doa yang diamalkan banyak orang, untuk menyambut bulan Rajab dan Sya’ban serta Ramadhan. Doa tersebut berbunyi:
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
(Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana)
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan izinkanlah kami menemui bulan Ramadhan
Demikianlah doanya. Namun ketahuilah doa ini di dasari oleh hadits yang dhaif (lemah). Dengan kata lain, doa ini tidak diajarkan oleh Rasullah Shallallah‘alaihi Wasallam. Berikut penjelasannya:
Teks Hadits
Hadits ini terdapat dalam Musnad Imam Ahmad (1/256) dengan teks berikut:
حدثنا عبد الله ، حدثنا عبيد الله بن عمر ، عن زائدة بن أبي الرقاد ، عن زياد النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء ويومها أزهر
“Abdullah menuturkan kepada kami: ‘Ubaidullah bin Umar menuturkan kepada kami: Dari Za’idah bin Abi Ruqad: Dari Ziyad An Numairi Dari Anas Bin Malik, beliau berkata: ‘Jika bulan Rajab tiba Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana, dan beliau juga bersabda: Pada hari Jum’at, siangnya ada kemuliaan dan malamnya ada keagungan
Takhrij Hadits


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Dari Ubadah bin ash-Shamit, beliau berkata:
Kami pernah berada dalam sebuah majelis bersama Rasulullah. Beliau bersabda, “(Maukah) kalian memberikan bai’at kepadaku untuk tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun, tidak berbuat zina, tidak mencuri dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haknya. Barang siapa menunaikannya di antara kalian ia mendapatkan pahala dari Allah. Adapun yang melanggarnya lalu ia dihukum, (hukuman itu) adalah kaffarah untuknya. Barang siapa yang melanggarnya lalu Allah menutupinya, urusannya kembali kepada Allah. Jika Allah menghendaki maka Allah akan mengampuninya, dan jika Allah berkehendak maka Allah akan mengazabnya.”
Derajat Hadits



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang ruh orang mukmin yang akan meninggal dunia dan ruh orang kafir yang akan meninggal dunia.

Jika seorang mukmin akan meninggal, malaikat-malaikat turun dari langit kepadanya dengan membawa kain kafan dari surga serta membawa wewangian dari surga. Lantas para malaikat itu duduk di sekeliling orang mukmin yang akan meninggal tadi.

Para malaikat duduk mengelilingi sang mukmin sepanjang mata memandang (saking banyaknya malaikat itu). Menyusul kemudian, datanglah Malaikat Maut duduk di dekat kepala sanga mukmin. Malaikat Maut berkata, “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”

Dengan demikian, keluarlah jiwa sang mukmin dari jasadnya bagaikan keluarnya tetesan air dari bibir tempat air.

Kemudian Malaikat Maut mengambilnya. Jika Malaikat Maut telah mengambil ruhnya maka para malaikat lainnya tidak membiarkan ruh itu berada di tangan Malaikat Maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih pedih dari hari Perang Uhud?” Rasulullah menjawab, “Aku sering mendapatkan (gangguan) dari kaummu. Yang paling menyakitkan adalah peristiwa Hari Aqabah, saat aku mengajak Ibnu Abdi Yalil bin Abdu Kulal masuk Islam namun ia tidak menyambut ajakan yang kuinginkan. Aku pun beranjak pergi dengan hati yang sedih. Tidaklah aku tersadar melainkan setelah tiba di Qarnu Tsa’alib[1]. Aku tengadahkan kepalaku ke langit, tiba-tiba tampak segumpal awan menaungiku. Aku angkat kepalaku, ternyata Jibril berada di sana dan berseru kepadaku. Jibril berkata, ‘Sungguh Allah telah mendengar ucapan kaummu dan jawaban mereka terhadapmu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu agar engkau memerintahnya sesuai dengan kehendakmu terhadap mereka (orang-orang kafir).’ Malaikat gunung kemudian berseru kepadaku serta mengucapkan salam, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu kepadamu. Aku adalah malaikat gunung yang telah diutus oleh Rabbmu kepadamu agar engkau memerintahkan kepadaku sesuai dengan perintahmu. (Wahai Muhammad,) apa yang engkau inginkan? Jika engkau menghendaki, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka[2]’.” Rasulullah lalu menjawab, “Tidak. Aku justru berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang akan menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.”

Abu Dzar al-Ghifari berkata:


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
read more
Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers