Tahukah anda, perkataan apakah itu? Yaitu perkataan bahwa ‘Allah Yang Maha Pemurah Mempunyai Anak.”
Allah berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا .لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا .تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا .أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا .
“Dan mereka berkata, ‘Dzat Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. ‘Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat munkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah Mempunyai anak.” (Qs. Maryam[19]: 88-91)

Mengapa demikian?
Allah menjelaskan di banyak (bahkan banyak sekali) ayat bahwasanya semua apa yang ada di langit dan dibumi bertasbih kepada-Nya. Terkadang kita jumpai penyebutan tasbih menggunakan kata kerja madhi (lampau) سَبَّحَ sabbaha” dan terkadang menggunakan kata kerja mudhari’ (sedang atau akan datang) تُسَبِّحُ tusabbihu” maupun يُسَبِّحُ yusabbihu“.
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا .
“Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka..” (Qs. Al-Isra'[17] : 44)
Disurat yang lain Allah juga berfirman:
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ .
“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayangnya diwaktu pagi dan petang hari.” (Qs. Ar-Ra’d [13]:15)
Dan masih banyak ayat yang serupa dengan dua ayat diatas.
Maka tidak heran jika langit dan bumi hancur karena kekurangajaran perkataan sebagian orang-orang kafir yang menyatakan bahwa Allah mempunyai anak. Tidak sepantasnya Allah memiliki anak karena keberadaan anak mengharuskan adanya lawan jenis. Pun anak ada karena diperlukan. Padahal Allah Maha Suci dari segala bentuk persekutuan, Dialah Yang Esa, tidak membutuhkan pertolongan.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita petunjuk agar kita selalu berada dalam hidayah Tauhid kepada-Nya
Disarikan dari Buku “Ketika Alam Bertasbih“(Judul Asli: Du’aul Hasyaraat wat Thair wal Jibaal fil Qur’aanil Kariim) – Dr. Musa Al-Khaatib. Kiswah Media. Solo 2010


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online