Jika Kami Taat kepada Allah maka Cintailah Kami, tapi Jika Kami Durhaka kepada-Nya, Bencilah Kami!

Suatu hari seorang laki-laki mendatangi Al-Hasan Al Mutsanna. Entah mengapa, laki-laki itu memuji ahlul bait secara berlebihan. Mendengar sanjungan seperti itu, Al-Hasan Al-Mutsanna langsung marah, “Apa-apaan kalian ini! Cintailah kami karena Allah. Jika kami taat kepada Allah maka cintailah kami, tapi jika kami durhaka kepada-Nya maka bencilah kami!”

Lantas ada seseorang yang menyela ucapannya, “Bukankah kalian kerabat Rasulullah dan ahlul bait beliau?”
Al-Hasan Al-Mutsanna membalas, “Engkau salah paham! Seandainya Allah menyelamatkan seseorang dari azab-Nya sebatas karena kekerabatan orang itu dengan Rasulullah, bukan karena ketaatan kepada-Nya, tentu orang yang nasab ayah-ibunya lebih dekat dengan beliau akan dijamin selamat. Namun ternyata tidak demikian.”
Al-Hasan melanjutkan, “Demi Allah, kami sungguh khawatir jika orang yang durhaka di antara kami akan disiksa dua kali lipat. Meski begitu, aku juga berharap semoga orang yang berbuat baik di antara kami akan diberi pahala dua kali lipat. Apa-apaan kalian ini! Takutlah kepada Allah! Katakanlah yang benar tentang kami, ahlul bait, karena itulah yang akan mewujudkan keinginan kalian, dan kami pun dapat menerimanya dari kalian dengan senang hati.” (Dikutip dari Thabaqat Ibnu Sa’ad, 5:319)
Disalin dari buku Hasan & Husain: The Untold Stories (Judul Asli: Mausu’ah Al-Hasan wal Husain), 2013, karya Sayyid Hasan Al-Husaini, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta.

(*) Catatan Redaksi WanitaSalihah.Com:
Al-Hasan Al-Mutsanna adalah anak dari hasil pernikahan Hasan bin Ali bin Abi Thalib dengan Khaulah Al-Fazaziyah.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online