Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafidzahullah

Beliau mengatakan,
من الناس من يرزق البرّ في حياة والديه ويحرمه بعد الموت .. بمعنى أنه ينسى والديه ولا يستغفر لهم ولا يتصدق ولا يدعو لهم بالخير ويكون غافلاً عن والديه ..
ومنهم من يرزق البرّ في حياتهما وبعد الموت .. وهذا أعلى درجات البرّ ..
بل منهم من يكون برِّه بعد الموت أكثر من برِّه في الحياة وهذا من أصدق البرّ !! لأنهما لا يريانك ولا تستطيع أن تستحي منهما ..
فبرُّك بالدعاء والاستغفار بعد الموت أبلغ وأكمل !!
Diantara manusia:

1. Diberi rizqi untuk berbakti kepada orang tua tatkala keduanya masih hidup namun terhalangi untuk berbakti kepada keduanya setelah tiada. Yang dimaksudkan adalah seseorang melupakan kedua orangtuanya (yang telah tiada), tidak memohonkan ampun kepada mereka, tidak bersedekah atas nama mereka,  tidak mendoakan kebaikan untuk mereka. Dia  menjadi anak yang lalai kepada orang tuanya.
2. Sebagian mereka diberi rizqi berbakti kepada kedua orang tuanya saat hidup dan setelah mati. Inilah derajat paling tinggi berbakti kepada orang tua.
3. Sebagian mereka berbakti kepada orang tua yang telah tiada lebih besar baktinya dari pada tatkala keduanya masih hidup. Inilah tingkatan berbakti yang paling jujur. Karena mereka berdua tidak melihatmu dan engkau pun tak perlu malu kepada keduanya (jika tidak berbuat baik kepada mereka). Maka baktimu kepada keduanya dengan doa,  permohonan ampunan setelah keduanya mati adalah bentuk bakti yang paling baik dan sempurna.
***
Sumber: https://telegram.me/mgrby
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online