Syiakh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya :
السؤال: أحسن الله إليكم فضيلة الشيخ يقول السائل أسمع في الراديو الآذان فهل أردد مع المؤذن الآذان وأدعو بدعاء الآذان بعد سماعي له من الراديو؟
Semoga Allah memberi kebaikan kepada engkau, Fadhilatusy Syaikh, seorang penanya berkata : Aku mendengar suara adzan dari radio, apakah aku juga megikuti dan mengulang suara adzan dari muadzin dan berdo’a setelah selesai mendengar adzan dari radio ?
Syaikh rahimahullah menjawab :
الشيخ: أما إذا كان ينقل الآذان مباشرة فنعم تابع المؤذن و أدعو بالدعاء المعروف لعموم قول النبي صلى الله عليه وسلم (إذا سمعتم المؤذن فقولوا مثل ما يقول المؤذن
JIka adzan dari radio itu siaran langsung maka engkau mengikuti muadzin dan berdo’a setelah selesai adzan sebagaimana sudah diketahui berdasarkan keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Jika kalian mendengar adzan maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin.”
واما إذا كان مسجلا فلا تتابعه لأن التسجيل ليس أذانا ولهذا لا يجزئ عن الآذان أن يضع الإنسان شريطا في المنارة ويفتح على الآذان فيسمعه الناس لأن الآذان عبادة لا بد أن يفعلها الإنسان تعبدا لله عز وجل يدعو بها عباد الله إلى الصلاة
Adapun jika suara adzan tersebut hanya rekaman maka tidak perlu untuk diikuti. Karena rekaman tidak dihukumi sebagai adzan, oleh karena itu tidak sah adzan jika ada orang yang meletakkan kaset di menara dan diputar untuk adzan lalu didengar oleh manusia. Karena adzan merupakan ibadah yang dilakukan manusia dalam rangka mengabdi kepada Allah dimana dengan adzan tersebut semua hamba Allah dipanggil untuk melaksanakan shalat.
والخلاصة إن كان تسمع الآذان في الراديو من المؤذن مباشرة فتابعه وإن كان ذلك عن طريق التسجيل فلا تتابعه
Kesimpulannya adalah jika mendengar suara adzan dari radio secara langsung dari muadzin maka diikuti namun jika berupa rekaman maka tidak perlu diikuti.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online