Masih ingatkah anda tentang sebuah blog yang isinya kontroversial? Dimana dalam blog tersebut terdapat gambar kartun Nabi kita yang mulia Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, serta banyak pernyataan-pernyataan nyeleneh mereka yang menghina agama islam, serta berupaya agar kaum muslimin murtad dari agamanya.
Selama beberapa hari blog tersebut sempat heboh masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tak ayal pula keberadaan blog tersebut sangat mengundang amarah dari kaum muslimin. Berlomba-lomba mereka memita pihak WordPress untuk “abushing” blog tersebut. Media-media di Indonesia pun baik cetak maupun elektronik turut berandil besar dalam meminta pemerintah untuk segera memblokir blog tersebut.
Alhamdulillah blog tersebut kini telah diblokir oleh pihak WordPress, dan kaum muslimin pun senang…… untuk sementara waktu.
Kini lihatlah… Tak sengaja saya mengunjungi salah satu blog di wordpress yang menyatakan bahwa situs yang serupa “telah bangkit lagi”. Di situ disertakan alamat situs tersebut. Setelah saya cek, ternyata memang benar situs “penghujat islam” MASIH ADA, dan entah akan ada berapa situs serupa lagi yang akan muncul. Berikut saya sertakan screenshoot dari pernyataan sang pengelola situs tersebut. [Sengaja saya tak menyertakan alamat url situs tersebut, karena hal itu hanyalah sebuah kesia-sia-an belaka]
pernyataan 6564654
Saya mau tanya pada kalian, apa yang harus kita lakukan? Mengerahkan ribuan orang kah untuk memberikan report abush pada situs tersebut? Yang dengannya mereka akan membuat situs-situs serupa, bukan hanya satu, dua, bahkan mungkin ribuan situs serupa yang akan mereka buat.
Ataukah kita akan berteriak-teriak:
“Habisi mereka…!!!, Perangi mereka…!!!, Jihad…!!!, Hancurkan…!!! Hack…!!!, Sweeping semua orang kafir…!!!” ??? (tanda tanya besar)
Apa yang akan engkau lakukan wahai muslim? Sadarlah, bahwa mengurusi mereka tak ubahnya seperti mengurusi anjing-anjing yang menyalak. Semakin kita lantang berteriak, mereka akan semakin keras menyalak. Mereka tak ubahnya seperti anjing yang menjulurkan lidahnya. Kita diam, mereka akan menjulurkan lidahnya. Kita teriakpun mereka akan tetap menjulurkan lidahnya.
Mereka hanyalah mencari sensasi dari keributan yang akan ditimbulkan oleh orang-orang bodoh. Apa yang mereka mau hanyalah memancing emosi kita selaku umat muslim, untuk membuat provokasi antar umat beragama sehingga kita akan saling bunuh satu sama lain. Mereka menghendaki peperangan antar umat beragama. Mereka akan tertawa lepas di genangan darah yang kita kucurkan atas umat non muslim.
Ingatlah bahwa musuh-musuh islam tak akan ridho hingga kalian murtad dari agama kalian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” [Al Baqarah: 120]
Maka katakanlah kepada mereka wahai saudaraku: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)…“. [Al Baqarah: 120]
Adapun jika engkau murtad, maka sesungguhnya Allah maha kaya dan maha berkuasa atas segala sesuatu. Allah Azza Wa Jalla tak butuh kepada hambaNya, namun seorang hamba lah yang butuh kepadaNya.
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maaidah: 54]
“…Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [Al Baqarah: 120]
Ingatlah, bahwa apa yang mereka sampaikan berupa ayat-ayat Al Qur’an ataupun hadits tidaklah menjadikan mereka menjadi benar. Katakanlah, “Bahwa sesungguhnya sebuah pedang tak akan mempunyai faidah sedikitpun di mulut seekor anjing”. Mereka bak sekumpulan anjing yang terus menyalak dan mengganggu tidurmu, dimana jika engkau bangun dan mengejarnya mereka akan lari, dan akan kembali menyalak jika engkau kembali tidur.
Mereka pun melemparkan hinaan dan cacian kepada Allah dan juga rasulNya. Katakanlah kepada mereka “Bahwa bulan akan tetap bersinar sekalipun sekumpulan anjing yang hina menyalak dan terus menyalak. Katakanlah bahwa Allah akan tetap Maha besar dan berkuasa atas segala sesuatu. Katakanlah bahwa rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam akan tetap mulia sekalipun seluruh manusia mencacinya. Katakanlah Islam akan tetap jaya sekalipun seluruh agama memeranginya.”
Ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwasanya mereka tak ubahnya babi-babi perusak ladang, dimana mereka hanya berani keluar dari sarangnya, menggali tanah di kebun-kebun dan merusak lahan hanya saat sang petani tidur. Mereka akan kembali ke sarangnya jika para petani telah terjaga.
Di manakah kalian wahai kaum muslimin? Bangkitlah, Bangunkan diri-diri kalian. Jangan biarkan mereka tertawa dengan kebodohan dan ketololan kalian. Jangan biarkan mereka semakin keras tertawa karena kalian menyalak seperti mereka. Itulah yang mereka harapkan dari kalian. Bahwa mereka ingin kalianpun menyalak seperti mereka. Lihatlah anjing-anjing itu. Mereka akan semakin keras menyalak di saat anjing-anjing lainpun menyalak tak ubahnya seperti mereka.
Apa yang akan kalian lakukan wahai orang-orang yang mengaku muslim? Mengangkat pedangkah? Mengebom kah? Membunuhi orang-orang kafir yang tidak bersalah kah? Silahkan kalian lakukan…!!! Tapi ingatlah satu hal, bahwa mereka akan menang, dan kalianlah yang akan kalah. Itulah yang mereka harapkan dari kalian. Mereka akan menampakkan diri-diri mereka bukan sebagai anjing-anjing atau babi-babi, tapi mereka akan menampakkan diri kepada dunia bak seorang pahlawan perang, yang menyuarakan perdamaian dunia, yang menyuarakan hak asasi manusia, yang menyuarakan penghapusan teror di setiap penjuru negeri.
Tidakkah kalian mengetahui wahai kaum muslimin??? Bahwa mereka ingin kita termakan oleh propaganda-propaganda busuk yang mereka hembuskan. Tidakkah kalian lihat apa dan siapa yang mereka jadikan tombak untuk menyerang islam??? Kita…. Ya, sebagian dari kitalah yang bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan terhadap islam. Lihatlah bagaimana aksi teror yang dilakukan atas nama jihad di Bali, lihatlah bagaimana sebagian dari kita menyuarakan: “Bunuh kafir..!”, “Sweeping orang kafir…!”, “Bakar kafir…!”, dan teriakan-teriakan teror lain atas nama jihad. Sekali lagi atas nama jihad dalam agama yang diperintahkan oleh islam.
Sadarkah kalian wahai kaum muslimin, sementara sebagian dari kita berbangga dengan “syahidnya” orang-orang yang mengebom dengan meledakkan dirinya, mereka justru melompat kegirangan karena telah mendapatkan senjata yang digunakan untuk menusuk agama kita. Sadarkah???!!!
Sadarkah kalian wahai kaum muslimin, bahwa apa yang mereka katakan dalam pernyataannya terasa tepat untuk kita????
“misi kami mencari muslim2 idiot (seperti kalian) utk dicerdaskan, dicerahkan, dan diselamatkan…”
pernyataan 7
Tidakkah kalian menyadari “ke-idiotan” kalian dalam beragama? Dimana kalian sudah mengucapkan kalimat “Laa ilaaha ilallah”, tapi ternyata kalian masih menyembah kubur, kalian masih berdoa, meminta, dan beristighosah pada orang mati, baik itu kyai, wali, atau habib. Tidakkah kalian sadari ketololan kalian???, dimana kalian telah tahu bahwa hanya Allah Azza Wa Jalla lah yang mampu memberikan manfaat dan mudharat pada kalian, tapi kalian masih percaya jimat-jimat penolak bala, masih percaya ramalan atau primbon, dan masih percaya tahayul.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepadaNya (dalam menjalankan agamaNya dengan lurus)
[Al Bayyinah: 5]
Apakah kata “idiot” belum cukup untuk kalian? Dimana kalian mengakui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai pelindung kalian satu-satunya, namun kalian masih tunduk dan takut kepada setan dan jin. Kalian masih mengorbankan sembelihan untuk mereka yang tidak dapat memberikan manfaat maupun mudharat sedikitpun kepada kalian. Bukankah sangat tepat kata tersebut wahai kaum yang mengaku beriman kepada Dzat yang satu-satunya berhak untuk diibadahi??!!! Tidakkah kalian sadari ketololan kalian?, Dimana kalian sudah mengucapkan kalimat “Muhammadan abduHu warasuluHu”, tapi ternyata kalian masih berdo’a kepada beliau yang telah meninggal. Kalian masih menganggap beliau mampu memberikan pertolongan dan mengabulkan doa kalian di dunia ini.
Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka.”
[Ar Ra'd: 14]
Tidakkah kata “bahlul” teramat tepat untuk kalian? Dimana kalian bersyahadat bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah pembawa risalahNya, akan tetapi kalian justru membuat syari’at-syari’at baru yang tidak pernah dicontohkan oleh beliau.
Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.”
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]
Bukankah cap “bego” lebih tepat untuk kalian dapatkan? Dimana kalian mengaku mencintai rasulullah, akan tetapi kalian malah melecehkan perintah beliau. Ketahuilah wahai kaum muslimin…. Bahwasanya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kalian untuk menjadikan kubur beliau sebagai tempat ibadah, namun kalian justru “teramat pintar” dengan menjadikan kubur-kubur wali atau kyai atau habib sebagai tempat ibadah.

Sungguh tepat sekali pernyataan anjing-anjing yang menyalak itu, bahwa kalian masih gampang diprovokasi disebabkan karena ke-idiotan kalian sendiri dalam beragama.
Sungguh teramat tepat kata “bodoh” untuk kalian, dimana kalian ingin menegakkan syari’at islam, namun di sisi lain kalian melanggar syari’at tersebut. Kalian gembar-gemborkan kekhilafahan, namun di sisi lain kalian malah meruntuhkannya. Kalian teriak-teriak bersatu di atas sunnah, namun di sisi lain kalian berpecah belah.
Sungguh ironis “sepak terjang” kalian. Dimana kalian menyerukan slogan keadilan, namun kalian tidaklah berlaku adil terhadap perintah Allah dan rasulNya. Kalian mengakui suatu sistem yang notabene terlarang, namun kalian justru memasukinya.
Sungguh mengherankan ulah kalian. Dimana kalian menyeru kepada persatuan jama’ah, namun kalian enggan shalat berjama’ah. Kalian lebih memilih menunda shalat karena sedang berdemonstrasi, rapat, dan lain sebagainya.
Sungguh memilukan apa yang kalian lakukan, dimana rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kalian untuk sabar terhadap kedzaliman penguasa dengan tetap mendengar dan taat (selagi tidak bertentangan dengan syari’at), kalian malah menghilangkan kewibawaan penguasa di atas mimbar, kalian mengeluarkan diri dari ketaatan pada penguasa, dan kalian memancing emosi masyarakat awam untuk tidak lagi menaati pemimpinnya.
Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan para pemimpin kamu
[An-Nisa': 59]
Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kamu adalah seorang budak Habasiyyah. (Etiopia)
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]
Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku.”
[HR. Al-Bukhari, Muslim Ibnu Majah, an-Nasa'i, dan Ahmad]
Tidakkah kalian sadar sekarang tentang apa yang ku tuliskan di atas wahai kaum muslimin? Bahwasanya kalian memang masih awam, bodoh, dan jahil tentang agama kalian sendiri. Sangatlah wajar bila anjing-anjing itu mengambil secara serampangan ayat-ayat dan hadits sebagai tombak untuk menusuk agama kalian, karena mereka tahu bahwa kalian tidaklah paham dengan agama kalian sendiri. Kalian hanya bisa berteriak “jihad… jihad… dan jihad” tanpa tahu apa itu syari’at jihad.
Kalian masihlah mengedepankan semangat membara tanpa ilmu yang cukup. Kalian dengan mudahnya menghunus pedang pada orang yang mestinya kalian lindungi. Kalian membaca minimalnya 17 kali dalam sehari:
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [Al Fatihah: 6-7]
tapi ironisnya kalian tidak memahami maknanya.
Wahai muslim… dengan apa kalian akan membela agama kalian dari anjing-anjing yang menyalak tersebut? Cukupkah dengan pedang? Namun ketahuilah, bahwa Sesungguhnya pedang tidaklah memuji orang yang membawanya.
Bagaimana kalian bisa merasa menang melawan mereka, sementara kalian lebih hafal lirik-lirik lagu ketimbang kitab suci kalian sendiri? Bagaimana kalian bisa merasa nyaman atas propaganda licik yang mereka hembuskan dengan membawakan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits, sementara kalian lebih sering membaca komik dan koran? Bagaimana kalian bisa merasa cemburu melihat nabi kalian dilecehkan kemuliaannya, sementara kalian sibuk beribadah dengan hal-hal yang tidak beliau shalallahu ‘alaihi wasallam contohkan? Bagaimana kalian bisa melindungi istri-istri dan anak-anak kalian dari rongrongan mereka, sementara kalian memberlakukan “kebebasan” pada mereka?.
Yakinkah kalian akan menang melawan mereka jika kalian masih sibuk dalam urusan dunia kalian? Tidakkah kalian sadari sampai detik ini wahai kaum muslimin, kenapa mereka seakan-akan berkumpul dan bersekongkol untuk melumat kalian? Sementara jumlah kalian sangat banyak, namun justru kalian tidaklah berguna sama sekali. Tidak ada rasa takut dalam diri anjing-anjing itu. Yang ada adalah perasaan senangnya melihat kelemahan-kelemahan kalian.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan manghadapi bejana makanannya“, Lalu seseorang bertanya: “Apakah kami pada saat itu sedikit ?” Beliau menjawab: “Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan)“, Lalu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu ?”, Kata beliau: “Cinta dunia takut mati
[HR. Abu Daud dan Ahmad]
Mereka senang, dan akan terus senang jika kalian sibuk dengan perniagaan kalian, mengejar tumpukan dunia, serta melupakan inti dasar dari agama kalian. Mereka bersorak kegirangan disebabkan kalian mengikuti langkah mereka dalam beribadah, dalam berjual beli, dan dalam menyikapi dunia. Mereka senang jika kalian menjadikan wanita-wanita kalian sebagai komoditi yang bisa mereka nikmati.
Sadarlah wahai kaum muslimin, bangkitlah…! Kembalilah kepada ajaran agama kalian yang murni. Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan, karena itulah yang membedakan kalian dengan mereka para anjing yang menyalak tersebut. Jika kalian mengambil islam secara setengah, dan mencampakkan yang setengahnya lagi, atau bahkan membuat-buat ajaran yang tidak pernah ada dalam islam, apa bedanya kalian dengan mereka?
Mereka tertawa melihat kalian sedikit demi sidikit merangkak mengikuti kemana mereka berjalan. Mereka merayakan natal, kalian pun tak mau kalah dengan merayakan “natal islami”. Mereka merayakan tahun baru masehi, kalian pun merayakan pula tahun baru islam. Mereka merayakan valentine, kalianpun tak ubahnya seperti segerombolan mereka yang merayakan hari tersebut. Dan kalianpun lebih bangga menggunakan bahasa mereka, berlomba-lomba untuk kursus bahasa mereka, namun kalian enggan untuk belajar bahasa agama kalian sendiri, bahasa kitab suci kalian, yang dengannya kalian akan lebih mudah memahami kitab suci agama kalian bukan sebagai buku biasa yang bisa dibuang, dibakar, ataupun hanya sebagai hiasan rak-rak buku kalian, namun sebagai kalam/ucapan Rabb kalian Allah Azza Wa Jalla.
Mereka beribadah syahdu dengan menyanyi serta menangis di tempat peribadatan mereka, kalian pun berlomba-lomba untuk tak mau kalah dengan mereka, dengan mengadakan nyanyi-nyanyian di dalam masjid, yang kalian sebut itu nasyid, dan kemudian kalian pun berlomba-lomba untuk saling menangis di dalamnya. Sungguh ironis. Itulah ulah kalian selama ini yang membuat mereka senang.
Sadarlah kalian wahai kaum muslimin. Kalian berteriak penuh kemarahan melihat nabi kalian dilecehkan kemuliaannya oleh mereka, namun kalian justru lebih melecehkan beliau. Para anjing tersebut wajar dalam menghina, mencaci maki, serta memerangi nabi kalian, karena memang hal tersebut telah digariskan oleh Rabb kita sebagai sesuatu ketetapan hingga datangnya hari akhir. Namun kalian??? Umat beliau sendiri, yang katanya kalian memuliakannya serta mencintainya melebihi apapun di dunia ini, namun justru kalian langgar perintah-perintahnya. Kalian malah membuat syari’at baru yang tidak beliau tetapkan.
Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan kebenaran tidak merugikannya orang yang menghina sampai datang hari kiamat dan mereka dalam keadaan demikian
[HR. Muslim]
Pikirlah, pikirlah dengan kejernihan hati dan akal kalian yang telah Rabb kita karuniakan. Akankah kalian menang melawan mereka??? Sebuah PR untuk kalian jawab. Jika kalian masih sama keadaannya seperti yang sekarang, maka tunggulah kehancuran kalian. Maka tunggulah sedikit demi sedikit anjing-anjing itu menggigiti kalian, memakan wanita-wanita kalian, hingga kalian bak seonggok daging yang hidup dalam kehinaan.
“misi kami mencari muslim2 idiot (seperti kalian) utk dicerdaskan, dicerahkan, dan diselamatkan…”
pernyataan 7
Belajarlah wahai kaum muslimin…., belajarlah tentang agama kalian, hingga kalian pun terangkat dari keidiotan kalian. Belajarlah syari’at islam yang telah dibawa oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan yang disampaikan oleh para sahabatnya ridwanullah ‘alaihim ajma’in. Belajarlah, hingga kalian dapat beramal dengan amalan yang shahih, yang dengannya amalan kalian dapat diterima oleh Rabb kalian Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Belajarlah tentang makna ikhlas, dimana kalian bisa mendapatkan pertolongan Rabb kalian, karena kepada siapa kalian mengharapkan pertolongan selain pertolonganNya?
Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah Dia akan menjadikan urusannya mudah
[At-Tahrim: 3-4]
Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba–hambaMu yang mukhlis di antara mereka.
[As Shad: 82–82]
Gembiralah dengan apa yang diturunkan oleh Rabb kalian kepada kalian. Bahwasanya islam telah sempurna, tidak perlu lagi adanya penambahan. Merasa cukuplah kalian dengan apa yang telah diajarkan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, janganlah kalian membuat-buat syari’at baru yang tidak pernah ada contohnya dari mereka.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
[Al Maaidah: 3]
Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.”
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]
Perbaikilah akhlak-akhlak kalian, hingga kalian dapat menjadi manusia seutuhnya. Berlaku lemah-lembutlah kepada setiap orang awam yang kalian dakwahi. Tetaplah istiqamah dalam agama kalian, dalam sunnah rasul kalian, dan janganlah kalian berpecah belah yang justru akan melemahkan hati-hati kalian. Bersatulah di atas sunnah rasulullah wahai kaum muslimin. Karena tak ada yang dapat menang melawan mereka melainkan jika kalian tetap berpegang teguh dengan sunnah rasul kalian shalallahu ‘alaihi wasallam.
Dan perpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai.”
[Ali Imran : 103]
Sarungkanlah pedang-pedang kalian…, tahanlah lisan-lisan kalian…, belajarlah dan beribadahlah dengan ilmu dan amal…!
Dan yang terakhir…, sabarlah dalam ujian dan cobaan. Sabarlah menghadapi kedzaliman pemimpin kalian dengan tetap mendengar dan taat pada mereka (selagi tidak bermaksiat pada Allah dan rasulNya). Doakanlah kebaikan untuk mereka, karena merekalah ujung tombak atas syari’at jihad yang kita idam-idamkan. Hanya merekalah yang berhak untuk menyerukan jihad akbar. Sabarlah dalam menanti seruan jihad tersebut…, janganlah kalian mati melainkan dalam jama’ah kaum muslimin. Janganlah kalian tinggalkan ketaatan pada pemimpin kalian dan kemudian kalian berjihad sendiri-sendiri hingga kalianpun mati dalam keadaan jahiliyyah. Sabarlah…, sabarlah kalian dalam menanti seruan jihad…
Dan bersabarlah terhadap apa-apa yang menimpamu
[Luqman:17]
Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan berlaku sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
[Al-Baqarah: 153]
———-0O0———-

Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah NabiNya.”
[HR. Imam Malik dalam Kitab Al-Muwaththa']
Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.”
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]
“Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu berkata: Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda: ‘Ada‘. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan?. Beliau bersabda: Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya: Apakah dakhanun itu?. Beliau menjawab: Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?. Beliau bersabda: Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?. Beliau bersabda: Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya: Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya? Beliau bersabda: Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu“.
[HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Hakim, Abu Dawud, dan Ahmad].
================================================================
Bogor, 23 November 2008
-Abu Hafsh Al Atsary-
Sumber : http://www.rismaka.net/2008/11/memetik-hikmah-dari-situs-penghujat-islam.html


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Copyright © 2019.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Follow by Email

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers