Beberapa Hal Penting Terkait Sholawat Kepada Nabi –shallallohu ‘alaihi wa sallam-
Faidah dari Khutbah Jum’at Ust. Badrusalam -hafizhahullah-
Diantara kenikmatan yang terbesar yang Allah berikan bagi ummat Islam adalah diutusnya Rasulullah –shallallohu ‘alaihi wa sallam- yang Alloh berfirman tentangnya dalam surat At Taubah : 128.

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Maka sudah selayaknya setiap kaum muslimin mencitai beliau –shallallohu ‘alaihi wa sallam-
Diantara bukti cinta kepada beliau –shallallohu ‘alaihi wa sallam- adalah banyaknya seseorang menyebut-nyebut namanya dan bersholawat atas beliau. Karena orang yang mencinta akan senantiasa banyak menyebut-nyebut yang dicintainya itu.

Sholawat merupakan ibadah agung yang diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an, dan sholawat memiliki keutamaan yang besar  disisi Alloh.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya . (Al-Ahzab : 56)
Diantara keutamaan sholawat yang disebutkan dalam hadits adalah barangsiapa yang bersholawat kepada beliau sekali maka Alloh akan bersholawat untuk orang tersebut sepuluh kali
Diantara keutamaan lainnya, orang yang memperbanyak sholawat akan dihilangkan kegundahannya, akan diampuni dosa-dosanya dan akan dipenuhi kebutuhannya oleh Alloh
Yang menunjukan ditekankannya perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah –shallallohu ‘alaihi wa sallam- adalah beliau mengancam dengan kehinaan bagi orang yang tidak bersholawat kepada beliau ketika mendengar nama beliau disebut. Beliau juga menyebut orang yang demikian itu sebagai orang yang bakhil (kikir/pelit).
Lafazh-lafazh sholawat adalah tauqifiyah yakni, harus berdasarkan dalil. Tidak boleh bagi seseorang untuk membuat-buat sendiri lafazh sholawat. Hal ini dengan beberapa alasan : 1. Lafazh-lafazh sholawat berasal dari pertanyaan para Shahabat yang minta diajarkan cara bersholawat kepada beliau; 2. Para shahabat adalah orang Arab yang fasih tapi tak satupun dari mereka yang merangkai sendiri lafazh sholawat kepada beliau; 3. Lafazh-lafazh sholawat telah ditentukan oleh Rasulullah
Diantara sholawat bid’ah bahkan berisi kesyirikan adalah apa yang dikenal dengan sholawat Nariyah. Dalam sholawat itu Nabi disifatkan dengan memiliki kekuasaan untuk memberikan manfaat atau menolak mudhorot, padahal semua itu hanya dimiliki oleh Allah.
Alloh memerintahkan kepada beliau untuk mengatakan, sebagaimana tersebut dalam surah Al-A’raf, bahwa beliau tidak dapat memberikan manfaat atau menolak bahaya dari dirinya sendiri, beliau tidak mengetahui perkara yang ghoib kecuali apa yang diwahyukan oleh Allah.

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Al-A’raf : 188)
Sebagian orang yang bodoh menyangka bahwa lafazh sholawat ini berasal dari Rasulullah padahal sholawat ini tidak ada asalnya alias bid’ah. Kalaulah seseorang memiliki umur sepanjang umur Nabi Nuh untuk mencari lafazh sholawat ini dalam kitab-kitab hadits maka dia tidak akan pernah dapat menemukannya.
Diantara waktu yang  Rasulullah memerintahkan kita untuk memperbanyak sholawat kepada beliau adalah pada hari Jum’at dan Malam Jum’at. Maka hendaknya kita memperbanyak bersholawat pada hari waktu tersebut, tentunya dengan sholawat yang ada contohnya dari beliau
Wallohu a’lam.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Copyright © 2019.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Follow by Email

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers