Sabtu, 22 Muharram 1433 (17 Desember 2011)
Blokade di Dammaj dan Kemurahan Rabbul-Ibad
Hari telah berganti dan blokade telah genap 60 hari atas saudara kalian di Dammaj, dan mereka dalam keadaan terkepung dengan kepungan yang zhalim dan tembakan-tembakan yang selalu disertai dengan gugurnya para Syuhada’ (insya Allah) baik kaum laki-laki, wanita ataupun anak-anak, juga terbunuhnya ratusan orang-orang Hutsy dengan kekuatan dan kebesaran Allah. Dan Allah telah menjanjikan bagi orang terzhalimi : dan demi kemulian-Ku, sengguh aku akan menolongmu walaupun untuk beberapa waktu kedepan! Dan kemurahan Allah bagi hamba-hamba-Nya Ahli Tauhid sangat tampak sekali. Segala puji hanya milik Allah, baik yang terdahulu atau yang akan datang! Allah Dzat yang Maha Pemberi Rizki, bila berkehendak untuk memberikan rizki-Nya maka tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya.
Tadi malam, seorang pelajar meninggal terkena serangan yang sangat keras, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai Syuhada’. Tembakan sangat dahsayat sekali sebagai balas dendam mereka atas kemenangan yang dicapai oleh para pejuang Ahlu Sunnah di Wailah. Hari kemarin, ikhwah menyerang daerah An-Nuqu’ -semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka- maka berjatuhanlah orang-orang Hutsy. Baik yang terbunuh maupun yang terluka. Kami kabarkan dengan kabar gembira kepada ikhwah Ahlus Sunnah dimana saja berada bahwa saudara-saudara kalian di Dammaj terus berjihad, saling membantu, saling bahu membahu yang tidak ada taranya dan mereka dalam keadaan baik-baik saja. Demikian juga Syaikh kami, Syaikh Yahya Al-Hajury-semoga Allah menjaganya- dalam keadaan sehat dan terjaga dengan penjagaan Allah, sama sekali tidak mendapatkan luka-sebagaimana beritanya disebarkan oleh sebagian media massa.
Dalam sebuah kejahatan yang baru dan menakutkan oleh orang-orang Hutsy -semoga Allah melaknatinya- mereka telah menembak bayi kecil umurnya tidak lebih dari delepan bulan, tertembak ditangannya dan menembus sampai kepalanya kemudian terjatuh di hadapan kedua orang tuanya. Dan dia sekarang, dalam keadaan sekarat, antara sadar dan pingsan! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!!
Wahai Ahlus Sunnah dimana saja kalian berada, persiapkan diri kalian ! Bangkitlah untuk membalas dendam demi saudara-saudara, istri-istri, anak-anak kalian !
Pergilah ke Wailah, bumi jihad, untuk menolong saudara-saudara kalian Ahlus Sunnah !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Ya Allah balaslah terhadap orang-orang zhalim Hutsy dan turunkanlah hukuman dan siksaan-mu yang tidak mungkin terhalangi dari orang-orang yang jahat !
Bayi perempuan tersebut bernama Ikram bintu Ali bin Ahmad Al-Ahuni,
Ya Allah balaslah kebaikan untuk Ikram, dan ikatlah hati kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya !
Kekalahan Rafidhah Di Depan Mata
Ya Allah kalahkan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh hamba-Mu yang Shalih !
Orang-orang Hutsi mengikat para pengikutnya dengan rantai besi sehingga tidak bisa lari dari pos perlindungan, apabila salah satu diantara terbunuh maka yang lainnyapun, kalau tidak terbunuh bersamanya maka akan menjadi tawanan. Dan mereka pergi ke pasar mengumumkan dengan mikrofun bahwasanya mereka membutuhkan pejuang dan memaksa para pengikutnya yang memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, untuk menyerahkan salah satu diantaranya untuk berperang melawan orang-orang Yaman (Ahlus Sunnah). Inilah kondisi orang-orang Rafidhah, coba bandingkan dengan pejuang Ahlus Sunnah, mereka datang dari mana-mana, baik dari dalam negeri Yaman ataupun dari luar, dengan harta dan jiwa mereka, memenuhi panggilan Allah kemudian panggilan jihad, dan tidak mengharapkan kecuali kemenangan atau mati syahid, dengan tujuan menolong saudara-saudara mereka. Dengan dada terbusung, tanpa takut dengan kematian, bahkan kematianpun lari dari mereka, maju terus kedepan dan tidak ada dalam kamus mereka kalimat “LARI” dari medan pertempuran, dan kemenangan selalu menunggu dihadapannya. Ya Dzat yang menjalan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka, Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa ! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !

Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.
Artikel Muslim.Or.Id


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Follow by Email

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers