Social Icons

Monday, April 15, 2013

Hukum Membunuh Semut Yang Mengganggu

Pertanyaan:
Saya punya lahan yang saya tanami beberapa biji-bijian. Tapi di sana banyak sarang semut. Semut-semut tersebut merusak bibit tanaman. Apa hukum menaruh racun untuk mereka?
Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam hafizhahullah menjawab:

Boleh memberi racun kepada semut-semut tersebut, kemudian singkirkan mereka. Ada kaidah di antara para ulama fiqih:
كل مؤذي من الحيوانات والحشرات أنه يُقتل أو يُتخلص منه
Setiap binatang yang menganggu itu dibunuh dan disingkirkan
Jadi ini boleh. Dan terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa ada seorang Nabi yang digigit semut. Lalu ia memerintahkan orang untuk membakar sarang semut. Maka Allah pun mewahyukan kepadanya:
هلا نملة واحدة، فإنك قد أحرقت أمة تسبح لله
Mengapa tidak satu semut saja (yang kau bunuh)? Karena sebenarnya engkau telah membakar kaum yang bertasbih kepada Allah
Maksud hadits ini, cukup satu semut yang mengganggu saja yang dibunuh. Sehingga ini menunjukkan bahwa Allah mengizinkan Nabi tersebut untuk membunuh semut yang menggigitnya.
Jadi, semut jika ia mengganggu boleh dibunuh dengan racun atau dengan cara lain.

Sumber: http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=783
Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.
 

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Dalam Satu Hati, Tidak ada Dua Cinta.

Jika engkau ingin mengetahui perbedaan antara kebenaran dan kesesatan, maka perhatikanlah perbedaannya ketika engkau bepergian di waktu malam dan siang hari. @Dr_almosleh – Dr. Khalid Al Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al Qashim, Saudi Arabia, salah satu murid senior sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.

Istiqomah diatas Amal Sholeh

Al Qur’an mengandung ilmu sekaligus pemikiran. Seseorang tidak akan dapat menggali perbendaharaan tersebut apabila hati dan pikirannya terkunci. “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA
 
Blogger Templates