Pertanyaan:
Assalamua’laikum.
Afwan Ustadz, batas waktu nifas berapa hari? Karena di hari ke 40 masih keluar. Apabila sudah tidak keluar darah nifas kurang dari 40 hari bolehkah mandi hadats?
Dari: Ummu Muthiah

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Ada perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini,
Batas maksimal nifas adalah 40 hari. Ini pendapat mayoritas ulama. Menurut pendapat ini, jika ada darah yang keluar lebih dari 40 hari maka dihukumi sebagai darah istihadhah, kecuali jika waktu keluarnya itu bersamaan dengan masa datangnya haid yang menjadi kebiasaan sebelumnya. Di antara ulama yang berpegang dengan pendapat ini adalah Imam Abu hanifah, Imam Ahmad menurut riwayat yang masyhur dari beliau, dan disebutkan oleh at-Tirmidzi, ini merupakan pendapat Sufyan, Ibnu Mubarak, Ishaq bin Rahuyah, dan mayoritas ulama.
Batas maksimal 60 hari. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam asy-Syafii, dan Imam Ahmad, menurut salah satu riwayat.

Antara 40 sampai 50 hari. Jika lebih dari 50 hari, maka statusnya istihadhah. Ini adalah pendapat Hasan al-Bashri.
Dan masih ada beberapa pendapat lainnya yang menjadi hasil ijtihad para ulama, yang tidak ditopang oleh dalil yang shahih (Fatwa Islam, no. 10488).
Insya Allah pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat mayoritas ulama yang menegaskan bahwa batas maksimal wanita haid adalah 40 hari. Di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah,
a. Keterangan Ibnu Abbas,
تمسك النفساء عن الصلاة أربعين يوما
Wanita nifas tidak boleh melaksanakan selama 40 hari.” (HR. Ibnul Jarud dalam al-Muntaqa, 112)
b. Keterangan Ummu Salamah,
كانت النفساء تجلس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أربعين يوماً
“Wanita nifas duduk (tidak shalat) pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 40 hari.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dinilai hasan shahih oleh al-Albani).
Ibnu Abdil Bar mengatakan,
وليس في مسألة أكثر النفاس موضع للاتباع والتقليد إلا من قال بالأربعين فإنهم أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم ولا مخالف لهم منهم وسائر الأقوال جاءت عن غيرهم ولا يجوز عندنا الخلاف عليهم بغيرهم لأن إجماع الصحابة حجة على من بعدهم
“Dalam masalah batas maksimal nifas, tidak ada pendapat yang layak untuk diikuti sepenuhnya selain ulama yang berpendapat batas maksimalnya 40 hari, yaitu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak ada sahabat lain yang menyelisihi mereka. Sedangkan pendapat yang lain, berasal dari selain sahabat.
Sementara kita tidak boleh menyelisihi pendapat mereka dengan berdalih pendapat selain sahabat. Karena ijma sahabat adalah dalil yang wajib dipegangi generasi setelahnya (al-Istidzkar, 1:355).
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Copyright © 2020.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers