Memoriku membuncah saat itu
Entah karena ilalang yg sedang bergoyang di tiup angin
atau hati yang senantiasa di siram embun pagimu


"hanya ilustrasi dari sepucuk surat"


Wahai adikku,
ku tuliskan sepucuk puisi cinta untukmu
Yang selalu tersenyum dalam tangisku,tangismu dan tangis dunia

Hai kebanggaan ku..
Bisakah kau sejenak duduk di dekatku?
Aku ingin kau mendengar tentang deskripsi suci hadirnya senyummu
dan betapa bahagia aku pernah memilikimu
bahkan telah di takdirkanNya menjadi kakakmu

Adikku yg tercinta
mari dengarkan suara dari keikhlasan hati ini
Ingatkah kau tentang malam-malam yg pekat yg telah kita tapaki dahulu?
Yang kita isi dengan canda, dengan cita, dengan mimpi, dengan harapan dan rencana.
Aku terkesima memilikimu
Sungguh terkesima

Abang...
Ku harap kau jangan berlalu dahulu
Karena jari ku belum terhenti menguntai kata
Tahukah kau wahai permata hatiku?
Dan masih ingatkah kau?
Tentang cerita lalu yang berujung canda
Tentang cerita lalu yang berujung tangis
Dan tentang cerita lalu yang berujung kekesalan

Dan untukmu, Maafkan aku,
Kakakmu yang belum bisa membahagiakanmu
Yang belum bisa berbaik hati padamu lebih dari yang ku inginkan
Namun tahukah kau wahai adekku?
Dari hati yang terdalam
Aku sungguh mencintaimu
Aku pun bangga pernah memilkimu..
Dan untukmu,
Untuk yang jiwanya masih menempuh jalur putih
Untuk dirimu yang tercinta dan terkasih
Untuk sang embun yang selalu membasahi hati
Adikku,
Ku harap kiranya dirimu tak ungkit kekesalan yg kulakukan padamu
Aku hanya tak ingin Kau menjadi sebuah hal yang tak ingin aku bayangkan
Yang tak ingin aku impikan
Adikku,
"klise cinta seorang kakak"
Sekiranya aku marah padamu
Itu pun karena bentuk cintaku dan kasih sayangku
Maka  Ku harap engkau memaafkanmu


 Adikku,
Ternyata waktu begitu cepat bergulir
Canda pun mulai perlahan terhenti
Dan biarkan aku melukiskan senyum, tangis dan memori ini dalam derai air mata
Adikku,
Tidakkkah kau ingin mengucapkan selamat tinggal padaku?
Apakah senyumanmu sebelum itu adalah tanda perpisahan yang terakhir?
Apakah binar mata mu saat itu adalah sebuah tanda?
Apakah ucapan terima kasih mu saat itu adalah ungkapan cinta?

Padahal ingin ku ajak kau lebih mengenal dunia
Lebih mengenal esensi jati diri seorang khalifah sejati
Ingin ku lihatkan mahligai hati dari para pendahulu
Namun,cukup..
Karena ku tau  Rabb..mengambil mu dari sisiku
Sebagai tanda cintanya pada diriku,dirimu,dan keluarga kita..

Sungguh Aku ikhlas.
Sungguh Kami ikhlas melepasmu.
Pasti Kau telah berjumpa dengan Allah.
Pasti Kau telah menjabat tangan Rasulullah.
Sampaikan salam ku pada beliau.
Aku pun ingin berada di dekat beliau.

Semoga rumah tak sepi
Walau kakak tak lagi menemukan senyum mu saat kembali nanti
Walau kakak tak akan lagi mendengar komentar mu di setiap cerita
Walau kakak tak akan ditemani body guard kurus seperti mu lagi kini
Walau kakak tak akan di sibukkan lagi dengan mimpi dan inginmu
Walau kakak tak dapat pesanan Seri Conan, Sherlock Holmes, dan Poirot lagi
Walau kakak tak akan bertemu belahan hati seperti mu lagi

Terima kasih untuk  selalu menyukai apa yang kakak sukai
Terima kasih untuk selalu mendengarkan apa yang kakak bicarakan
Terima kasih untuk selalu menyetujui apa yang kakak yakini
Terima kasih untuk selalu menemani kemana kakak pergi
Terima kasih telah menjadi sosok yang kakak banggakan


Bahagialah Bang...
Kakak tak marah, walau kau tak berpamitan.
Kakak tak marah, walau kau tak menepati janji untuk sembuh.
Kakak tak marah,, sungguh...

**selamat jalan wahai khalifah hati..
**Selamat jalan wahai permadani mata..
wahai adikku..kau akan selalu ada di hati ini*

Penulis       : Aalaa' Al-Azhaar
Penyunting dan Penyelaras Bahasa : Wulan Darmawan ^^

Note: Kisah seorang adik yg meninggalkan senyuman indah di hati kakaknya.Di karenakan mengalami kelainan jantung sejak kecil.Semoga di terima di sisi-NYA.
Amin ya rabbal alamin..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online