Berikut adalah beberapa kaidah mengenai Bid’ah yang saya kutip dari Buku “Salafy antara Tuduhan dan Kenyataan ( Bantahan Ilmiah Terhadap buku :Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi Karya Syaikh Idahram), yang ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray halaman: 158-159 
========================

Agar dapat memahami masalah ini ulama membagi Bid’ah menjadi 2 bentuk, yaitu :
1. Bid’ah ASHILYYAH  atau HAQIQIYYAH, yaitu bid’ah yang tidak berdasarkan dalil sama sekali, tidak dari Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan istidlal yang diakui (mu’tabar) oleh ahli ilmu, tidak secara global maupun terperinci, oleh karenanya dinamakan BID’AH, karena merupakan sesuatu yang baru tanpa  ada contoh sebelumnya. *)
Contoh bid’ah ashilyyah atau haqiqiyyah adalah lafaz-lafaz dzikir dan shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil, seperti shalawat naariyyah, shalawat badar dan lain-lain.
2.  Bid’ah IDHAFIYYAH (yang disandarkan), adalah sesuatu yang memiliki dua sisi, di satu sisi sesuai sunnah karena berdasarkan dalil, di sisi yang lain merupakan bid’ah karena tidak berdasarkan dalil. **)
Contohnya adalah lafaz-lafaz dzikir atau shalawat yang berdasarkan dalil, namun dalam pelaksanaannya terdapat kebid’ahan, seperti ucapan tahlil : Laa Ilaaha Illallah.
Tidak diragukan lagi ini adalah lafaz dzikir yang disyari’atkan, namun jika seseorang menentukan jumlah tertentu yang tidak ditentukan oleh syari’at, seperti 1000 kali dalam sehari maka penentuan jumlah ini adalah BID’AH karena tidak berdasarkan dalil.
Untuk mengetahui bid’ah idhafiyyah dapat dilihat  dari 6 (enam) sisi ***), yaitu :
1. Sebab melakukan ibadah
2. Jenis (seperti jenis hewan yang disyari’atkan untuk kurban)
3. Bilangan (ketentuan jumlah)
4. Tata cara (kaifiyyah) beribadah
5. Waktu beribadah
6. Tempat beribadah 
Jadi, TIDAK cukup lafaz dzikir yang sesuai dalil saja, keenam sisi inipun harus sesuai dalil, jika tidak maka menjadi BID’AH.
Allahu a’lam bish-shawab
=======
Catatan Kaki :
*) Lihat Al-I’ tishom, Al-Imam Asy-Syatibi, 1/367, sebagaimana dalam pebahasan Nurus Sunnah wa Zhulumaatul Bid’ah, dalam kitab Aqidatul Muslim, Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wafh Al- Qahthani Hafizhahullah, 1/723.
**) Lihat Al-I’ tishom, Al-Imam Asy-Syatibi, 1/367, 445, sebagaimana dalam pebahasan Nurus Sunnah wa Zhulumaatul Bid’ah, dalam kitab Aqidatul Muslim, Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wafh Al- Qahthani Hafizhahullah, 1/723- 724.
***) Al-Ibda ‘ fi Kamaal As-Syar’i wa Khatharil ibtida’, Asy- Syaikh Al-’Utsaimin, hal. 21-23.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online