سؤال: إذا لم يعجب بعض الناس فتوى من بعض العلماء قالوا: كل يؤخذ من قوله ويرد؟ فمن الذي يأخذ ويرد؟
Pertanyaan: 
Ketika sebagian orang tidak suka dengan beberapa fatwa dari ulama, mereka berkata:
كل يؤخذ من قوله ويرد
Setiap orang, kadang perkataannya bisa diterima dan terkadang bisa ditolak
Sebenarnya, dalam hal ini siapakah yang bisa menerima dan menolak (sebuah fatwa)?
Syaikh Abdul Karim Al Khudhair hafizhahullah menjawab: 

الجواب: الذي يأخذ ويرد من له نظر، من لديه أهلية النظر في أقوال أهل العلم بأدلتها ويستطيع أن يرجح بين هذه الأقوال، من خلال هذه الأدلة، ويعمل بالراجح، ويترك المرجوح فإذا تبين له رجحان قول بدليله يأخذه وإلا رده،
Yang bisa menerima dan menolak (sebuah fatwa) adalah orang yang mampu menelaah. Yaitu, orang yang memiliki kemampuan menelaah pendapat-pendapat para ulama dengan dalil-dalilnya, kemudian atas dasar pertimbangan dalil-dalil ini ia mampu menimbang pendapat terkuat dari pendapat-pendapat yang ada. Kemudian ia pun mengamalkan apa yang menurutnya lebih kuat serta meninggalkan pendapat yang lemah. Jika memang telah jelas baginya kekuatan pendalilan pada sebuah fatwa, patutlah ia menerima fatwa tersebut, jika memang dirasa tidak kuat pendalilannya, maka patutlah ia menolaknya.
وليس لكل أحد أن يأخذ ويرد، فالذي ليست لديه أهلية فرضه تقليد أهل العلم
Tidak semua orang bisa menerima dan menolak (sebuah fatwa). Bagi orang yang tidak memiliki kemampuan menelaah, wajib baginya untuk taqlid kepada ahlul ilmi.
Sumber: http://khudheir.com/text/5490

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Are you bored? Play free casino games from any web browser. Open the online casino link for more.

Google

Blog Archive

Copyright © 2015.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Kalau bukan kalian, Siapa Lagi...?

Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

@AbdulazizTarifi
– Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA

Social Icons

Followers

Google+ Followers

Social Icons

Pengunjung

Follow by Email

Social Icons

Pengumuman

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.Segala Puji Hanya Milik Allah Subhanahu Wata'ala. Seluruh artikel,video dan lainnya pada blog ini di perbolehkan di sebarluaskan dengan tetap memperhatikan amanah ilmiah dan menyebutkan sumbernya. Jazaakumullahu khoiron

Free Visitor Counter

Popular Posts

Unordered List

Link

http://tentarakecilku.blogspot.com/

Pengunjung online