PDF Cetak E-mail
Ternyata hadits meminta syafaat dari para Nabi ada dalam kitab syiah, dari riwayat imam maksum sendiri. Tapi kaum syiah selalu menikmati untuk menjadi korban penipuan. Entah sampai kapan mereka menikmati jadi korban Sekali lagi, abdul husein hendak menghujat Abu Hurairah, yang meriwayatkan hadits tentang syafaat Nabi Muhammad di hari kiamat. Hadits itu menerangkan bahwa manusia akan pergi menemui para Nabi agar memohon pada Allah untuk diringankan dalam menghadapi hari kiamat.

Kata abdul husein:
Abu Hurairah, dalam hadisnya, dengan berani mencemarkan nama baik serta menghinakan para nabi, yang telah Allah tunjuk untuk menyebarkan misi-misi-Nya di antara hamba-Nya, yang mana hal itu secara mutlak ditolak oleh syariat Ilahi serta sunah.

Katanya lagi:
Hadis dari Abu Hurairah ini,d engan ocehan dan mong kosongnya, adalah aneh serta bebeda dari sabda-sabda Nabi Muhammad saw dan amat jauh bertentangan dengan sunah. Amat jauh dari Nabi kita memasukkan hadis remeh yang tidak berperasaan seperti ini.

Katanya lagi:
Kita dapat menanyakan pada Abu Hurairah tentang orang-orang miskin ini, apakah mereka berasal dari kaum Nabi Muhammad ataukah dari kaum yang lain?

Ternyata bukan hanya Abu Hurairah yang meriwayatkan hadits ini, Ja’far bin Muhammad Al Baqir, imam syiah yang dijuluki As Shadiq (yang jujur) ikut meriwayatkannya.

Dari Khaitsamah Al Ju’fi, dia berkata: aku bersama Ja’far bin Muhammad, bersama Mufadhal bin Umar, di suatu malam dan tidak ada lagi orang selain kita, lalu Mufadhal berkata: semoga diriku dijadikan tebusanmu, ceritakan pada kami sebuah hadits yang membuat kami gembira. Ja’far menjawab: ya, Nanti pada hari kiamat Allah akan mengumpulkan seluruh manusia di sebuah tempat,….. mereka berdiri hingga tenggelam oleh keringat mereka sendiri, lalu mereka berkata: andai saja Allah memutuskan nasib kami, meski kami harus masuk ke neraka…. Lalu mereka mendatangi nabi Adam dan berkata: engkau adalah ayah kami, dan seorang Nabi, mohonkanlah pada Allah untuk memutuskan nasib kami meski ke enraka, lalu Adam berkata: saya tidak bisa menolong kalian, Allah menciptakanku dengan TanganNya, dan membawaku di atas ArsyNya, Allah menyuruh malaikat bersujud padaku, lalu Allah memerintahkan padaku dan aku menyelisihi perintahnya, tapi aku akan menunjukkan pada kalian anakku seorang yagn selalu membenarkan Rabbnya, dia berdakwah di tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun lamanya, setiap kaumnya mendustakan, semakin bertambah keyakinannya, dialah Nuh, Ja’far berkata: lalu mereka mendatangi Nuh dan berkata: mohonlah pada Rabbmu agar memutuskan nasib kami, meski kami harus ke neraka, Nuh menjawab: aku tidak bisa menolong kalian, aku pernah berkata bahwa anakku adalah keluargaku, tapi aku tunjukkan kalian seorang yang dipilih menjadi kekasih Allah di alam dunia, pergilah menemui Ibrahim, Ja’far berkata: lalu mereka menemui Ibrahim dan berkata: aku tidak bisa menolong kalian, aku pernah berkata: aku sakit, tapi aku akan menunjukkan pada kalian seorang yang diajak bicara oleh Allah, yaitu Musa, Ja’far berkata: mereka mendatangi Musa dan mengatakan hal yang sama, lalu Musa berkata: aku tidak bisa menolong kalian,karena aku pernah membunuh orang, tapi aku akan tunjukkan kalian pada seorang yang bisa menciptakan dengan ijin Allah, dia menyembuhkan kusta dan sopak, mereka mendatanginya dan mengatakan padanya, Isa menjawab: aku tidak bisa menolong kalian, tapi aku akan menunjukkan kalian pada seorang yang aku membawa berita gembira di dunia pada kalian tentang dirinya, yaitu Ahmad, lalu Abu Abdullah berkata:… mereka mendatanginya, dan berkata padanya: wahai Muhammad, mohonlah pada Rabbmu untuk memutuskan nasib kami walaupun ke neraka, Nabi Muhammad bersabda: ya, akulah yang bisa membantu kalian,….. lalu aku memandang Rabbku dan memujinya dengan pujian yang banyak… lalu aku bersujud dan Allah berfirman: wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah syafaat, engkau akan diberi syafaat, dan mohonlah apa pun, engkau akan diberi.

Biharul Anwar jilid 8 hal 35, 45, 48, Bab Syafaat
Tafsir Al Ayyasyi, jilid 2 hal 310-311,
Tafsir Al Qummi jilid 2 hal 25
Tafsir Al Burhan jilid 2 hal 438, 439, 440, jilid 3 hal 351
Al Mikyal jilid 1 hal 341
Al Kanz jilid 8 hal 282
Nur At Tsaqalain jilid 3 hal 206, 208

Maka abdul husein juga ikut menghujat imam Ja’far yang bergelar As Shadiq, dia hendak meragukan gelar As Shadiq yang disandang oleh Imam Ja’far. Kita kembali ke nukilan dari abdul husein di atas, kata Abu Hurairah kita ganti dengan kata Ja’far As Shadiq:

Ja’far As Shadiq, dalam hadisnya, dengan berani mencemarkan nama baik serta menghinakan para nabi, yang telah Allah tunjuk untuk menyebarkan misi-misi-Nya di antara hamba-Nya, yang mana hal itu secara mutlak ditolak oleh syariat Ilahi serta sunah.

Dia menuduh Ja’far As Shadiq, yang diyakini oleh syiah sebagai maksum, telah mencemarkan nama baik dan menghina para Nabi. Seolah abdul husein lah yang maksum, sementara imam Ja’far adalah orang bodoh.

Kita lihat lagi:

Hadis dari Ja’far As Shadiq ini, dengan ocehan dan omong kosongnya, adalah aneh serta bebeda dari sabda-sabda Nabi Muhammad saw dan amat jauh bertentangan dengan sunah. Amat jauh dari Nabi kita memasukkan hadis remeh yang tidak berperasaan seperti ini.

Subhanallah, abdul husein menuduh Imam Ja’far As Shadiq yang jujur telah berbohong. Masihkah kita percaya pada Abdul Husein?
sumber :http://hakekat.com/content

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 Komentar:

Post a Comment

Copyright © 2019.Junedi Ubaidilllah. Powered by Blogger.

Jumlah Pengunjung

Follow by Email

Blog Archive

Anda Pengunjung Online

Followers